Remaja Sering Tak Sadar, Kebiasaan Ini Bisa Picu Bau Badan
- 08 Jun 2026 11:19 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Bau badan menjadi salah satu masalah yang kerap dialami remaja saat memasuki masa pubertas. Kondisi ini sering kali memengaruhi rasa percaya diri, terutama ketika berinteraksi dengan teman sebaya. Meski dianggap wajar karena perubahan hormon, ternyata ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat memperparah munculnya bau badan.
Secara medis, bau badan tidak muncul karena keringat semata. Keringat yang diproduksi tubuh sebenarnya tidak berbau. Aroma tidak sedap muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri yang hidup di permukaan kulit, terutama pada area lembap seperti ketiak, selangkangan, dan kaki. Masa pubertas membuat kelenjar keringat menjadi lebih aktif sehingga risiko munculnya bau badan semakin tinggi.
Salah satu kebiasaan yang sering menjadi penyebab bau badan adalah jarang mandi atau tidak membersihkan tubuh secara menyeluruh setelah beraktivitas. Remaja yang aktif berolahraga atau banyak beraktivitas di luar ruangan cenderung lebih mudah berkeringat. Jika tubuh tidak segera dibersihkan, bakteri akan berkembang biak dan menghasilkan aroma yang tidak sedap.
Selain itu, kebiasaan menggunakan pakaian yang sudah lembap oleh keringat juga dapat memperburuk kondisi tersebut. Pakaian yang tidak segera diganti menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang. Karena itu, remaja dianjurkan mengganti pakaian setelah berolahraga atau setelah melakukan aktivitas yang memicu banyak keringat.
Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah kurang memperhatikan kebersihan area lipatan tubuh. Bagian seperti ketiak, leher, dan selangkangan membutuhkan perhatian khusus saat mandi karena menjadi lokasi favorit bakteri berkembang. Tidak mengeringkan tubuh dengan baik setelah mandi juga dapat meningkatkan kelembapan yang memicu bau badan.
Pola makan turut berperan terhadap aroma tubuh. Konsumsi makanan beraroma tajam seperti bawang putih, bawang merah, serta beberapa jenis rempah dapat memengaruhi bau keringat. Di samping itu, kurang minum air putih membuat tubuh lebih sulit mengatur suhu dan dapat menyebabkan keringat menjadi lebih pekat.
Untuk mencegah bau badan, remaja disarankan menjaga kebersihan diri dengan mandi secara teratur, menggunakan pakaian yang menyerap keringat, mengganti pakaian setelah beraktivitas, serta memakai deodoran bila diperlukan. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab bau badan dan menjaga tubuh tetap segar sepanjang hari.
Bau badan memang merupakan bagian normal dari perubahan tubuh selama masa pubertas. Namun, dengan memahami penyebabnya dan menerapkan pola hidup bersih serta sehat, remaja dapat tetap merasa nyaman dan percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....