Morning Routine yang Berpotensi Meningkatkan Risiko Penyakit

  • 15 Jun 2026 20:55 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Rutinitas yang dilakukan pada pagi hari dapat mempengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa kebiasaan pagi tertentu berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit, terutama jika dilakukan secara terus-menerus dan tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat.

Salah satu kebiasaan yang paling banyak diteliti adalah melewatkan sarapan. Sebuah studi ilmiah yang diterbitkan dalam Journal of Cardiovascular Development and Disease menemukan bahwa kebiasaan tidak sarapan berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas, sindrom metabolik, diabetes tipe 2, serta penyakit kardiovaskular. Para peneliti menjelaskan bahwa sarapan membantu mengatur metabolisme dan menjaga kestabilan kadar gula darah sepanjang hari.

Temuan serupa juga dilaporkan dalam berbagai studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin melewatkan sarapan cenderung memiliki pola makan yang kurang sehat pada waktu berikutnya, sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolik. Namun, para ahli menegaskan bahwa risiko tersebut dipengaruhi pula oleh kualitas makanan yang dikonsumsi sepanjang hari.

Kebiasaan lain yang perlu diperhatikan adalah kurang bergerak setelah bangun tidur. Menurut penelitian yang dimuat dalam British Journal of Sports Medicine, perilaku sedentari atau terlalu banyak duduk dalam waktu lama berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kematian dini. Aktivitas fisik ringan pada pagi hari, seperti berjalan kaki atau peregangan, dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mendukung kesehatan metabolisme.

Selain aktivitas fisik, paparan cahaya matahari pagi juga berperan penting bagi kesehatan. Penelitian di bidang kesehatan tidur yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menunjukkan bahwa cahaya alami pada pagi hari membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Ritme sirkadian yang terganggu diketahui berkaitan dengan masalah tidur, gangguan metabolisme, hingga peningkatan risiko obesitas.

Para ahli juga mengingatkan pentingnya memperhatikan asupan makanan dan minuman pada pagi hari. Konsumsi makanan atau minuman dengan kandungan gula tambahan yang tinggi secara berlebihan dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas serta diabetes tipe 2. Karena itu, sarapan dengan komposisi gizi seimbang yang mengandung protein, serat, dan karbohidrat kompleks lebih dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa tidak ada satu kebiasaan pagi yang secara langsung menyebabkan penyakit tertentu. Risiko kesehatan umumnya dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, kualitas tidur, tingkat stres, serta faktor genetik. Oleh karena itu, membangun rutinitas pagi yang sehat dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung kesehatan jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....