Penyebab dan Cara Mengatasi Sendawa Berlebih
- 16 Jun 2026 17:11 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Sendawa merupakan proses alami tubuh untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di dalam saluran pencernaan, terutama lambung. Pada kondisi normal, sendawa sesekali bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika terjadi terlalu sering atau berlebihan, kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sendawa berlebih biasanya terjadi akibat terlalu banyak udara yang masuk ke dalam saluran pencernaan saat makan atau minum. Selain itu, beberapa kondisi kesehatan tertentu juga dapat menjadi pemicunya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya agar keluhan dapat berkurang.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu menghilangkan sendawa berlebih.
Makan dan Minum Secara Perlahan
Kebiasaan makan atau minum terlalu cepat dapat menyebabkan lebih banyak udara masuk ke dalam saluran pencernaan. Udara yang tertelan inilah yang kemudian dikeluarkan melalui sendawa. Mengunyah makanan secara perlahan dan menikmati setiap suapan dapat membantu mengurangi jumlah udara yang masuk ke lambung sekaligus mendukung proses pencernaan yang lebih baik.
Hindari Minuman Bersoda
Minuman bersoda mengandung gas karbon dioksida yang dapat meningkatkan jumlah udara di dalam lambung. Ketika gas tersebut menumpuk, tubuh akan berusaha mengeluarkannya melalui sendawa. Mengurangi atau menghindari konsumsi minuman bersoda dapat menjadi langkah efektif untuk menurunkan frekuensi sendawa berlebih.
Kurangi Kebiasaan Mengunyah Permen Karet
Mengunyah permen karet dalam waktu lama dapat membuat seseorang tanpa sadar lebih sering menelan udara. Akibatnya, udara akan terkumpul di dalam lambung dan memicu sendawa. Jika sering mengalami sendawa berlebih, sebaiknya batasi kebiasaan mengunyah permen karet, terutama dalam durasi yang panjang.
Hindari Berbicara Saat Makan
Berbicara sambil makan dapat meningkatkan kemungkinan udara masuk ke dalam saluran pencernaan. Selain berisiko menyebabkan sendawa, kebiasaan ini juga dapat membuat proses makan menjadi kurang nyaman. Fokus pada aktivitas makan dan mengunyah dengan baik dapat membantu mengurangi keluhan tersebut.
Perhatikan Jenis Makanan yang Dikonsumsi
Beberapa jenis makanan diketahui dapat meningkatkan produksi gas dalam saluran pencernaan. Makanan seperti kacang-kacangan, kol, brokoli, bawang, dan makanan tinggi lemak dapat memicu penumpukan gas pada sebagian orang. Jika sendawa sering terjadi setelah mengonsumsi makanan tertentu, cobalah untuk membatasi atau mengatur porsinya agar keluhan tidak semakin sering muncul.
Kelola Stres dengan Baik
Stres dan kecemasan dapat memengaruhi cara seseorang bernapas dan menelan udara. Pada beberapa kasus, kondisi ini menyebabkan seseorang lebih sering menelan udara tanpa disadari, yang kemudian memicu sendawa berlebih. Melakukan aktivitas relaksasi, olahraga ringan, atau teknik pengelolaan stres lainnya dapat membantu mengurangi keluhan tersebut.
Lakukan Aktivitas Ringan Setelah Makan
Berjalan santai selama beberapa menit setelah makan dapat membantu proses pencernaan dan mempercepat pergerakan gas di dalam saluran cerna. Aktivitas ringan ini dapat membantu mengurangi rasa kembung sekaligus menurunkan frekuensi sendawa yang berlebihan.
Konsultasikan ke Dokter Jika Keluhan Berlanjut
Jika sendawa berlebih terjadi terus-menerus, disertai nyeri perut, mual, muntah, penurunan berat badan, atau gangguan pencernaan lainnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dalam beberapa kasus, sendawa berlebihan dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu seperti gangguan asam lambung, gastritis, atau masalah pencernaan lainnya yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Kesimpulannya, sendawa merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan udara dari saluran pencernaan. Namun, jika terjadi secara berlebihan, kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya antara lain makan secara perlahan, menghindari minuman bersoda, membatasi permen karet, memperhatikan pola makan, serta mengelola stres dengan baik. Apabila keluhan tidak kunjung membaik atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....