Tanpa Disadari 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Merusak Otak
- 23 Apr 2026 15:12 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Menjaga kesehatan otak tidak cukup hanya dengan makan makanan bergizi atau rutin olahraga. Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele justru bisa berdampak besar pada fungsi kognitif, memori, hingga risiko penyakit seperti demensia.
Sejumlah penelitian kesehatan dan jurnal ilmiah menunjukkan bahwa gaya hidup memiliki peran penting dalam menjaga kualitas kerja otak. Jika tidak dikontrol, kebiasaan buruk bisa mempercepat penurunan fungsi otak sejak usia muda.
Berikut lima kebiasaan sehari-hari yang bisa merusak otak :
1. Kebanyakan scrolling media sosial
Terlalu sering mengakses platform digital dapat memicu pelepasan dopamin berlebihan yang membuat otak “kecanduan”. Dalam jangka panjang, hal ini bisa mempengaruhi kemampuan fokus, pengambilan keputusan, hingga kontrol diri.
Penelitian juga menunjukkan penggunaan internet berlebihan berkaitan dengan penurunan materi abu-abu di otak. Kondisi ini membuat otak terbiasa dengan stimulasi cepat, sehingga sulit berkonsentrasi pada aktivitas yang membutuhkan fokus mendalam.
2. Kurang tidur
Tidur bukan sekadar istirahat, tetapi proses penting bagi otak untuk “membersihkan” racun seperti beta-amiloid yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer. Kurang tidur kronis bahkan dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia. Studi jangka panjang menunjukkan orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan fungsi kognitif dibandingkan mereka yang tidur cukup 7–9 jam.
3. Hidup terlalu monoton (kurang stimulasi mental)
Otak membutuhkan tantangan untuk tetap aktif. Kurangnya aktivitas baru atau stimulasi mental dapat melemahkan koneksi antar sel saraf.
Kurangnya interaksi sosial dan stimulasi dapat menyebabkan penurunan materi abu-abu (grey matter) atau bagian penting sistem saraf pusat yang berperan dalam pemrosesan informasi. Karena itu, mencoba hal baru seperti belajar skill baru, membaca, atau hobi kreatif sangat penting untuk menjaga kesehatan otak.
4. Konsumsi alkohol
Bahkan dalam jumlah kecil, konsumsi alkohol secara rutin dapat berdampak pada struktur otak. Studi terhadap puluhan ribu orang menemukan bahwa alkohol berkaitan dengan penurunan volume otak. Konsumsi alkohol yang sering juga dapat mempercepat penuaan otak secara biologis.
5. Pola makan tidak sehat
Otak membutuhkan sekitar 20% energi dari total asupan harian tubuh. Jika sering mengonsumsi makanan ultra-proses atau rendah nutrisi, fungsi otak bisa terganggu termasuk memori dan konsentrasi.
Kurangnya nutrisi penting juga dapat menghambat kerja sel saraf dan mempercepat penurunan kognitif. Pola makan yang buruk dapat mengganggu suplai energi dan zat gizi yang dibutuhkan otak untuk bekerja optimal.
Kesimpulannya, kesehatan otak sangat dipengaruhi oleh kebiasaan harian. Mulai dari tidur cukup, mengurangi konsumsi alkohol, hingga membatasi penggunaan media sosial bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga fungsi otak tetap optimal. Dengan perubahan kecil namun konsisten, risiko gangguan kognitif di masa depan dapat ditekan sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....