Langsung Tidur setelah Makan? Ini Dampaknya bagi Pencernaan
- 28 Feb 2026 18:42 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor : Berbaring atau langsung tidur setelah makan memang terasa nyaman, terutama saat tubuh sedang lelah. Namun kebiasaan ini ternyata dapat berdampak kurang baik bagi sistem pencernaan, terutama jika dilakukan sesaat setelah makan besar.
Dilansir dari laman Healthline, posisi tubuh yang langsung horizontal setelah makan dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa asam di mulut, hingga gejala refluks asam lambung.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait kebiasaan berbaring setelah makan:
1. Meningkatkan Risiko Asam Lambung Naik
Saat berbaring, gravitasi tidak lagi membantu menahan isi lambung tetap di bawah. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan memicu rasa tidak nyaman.
2. Memperburuk Gejala GERD
Bagi penderita gastroesophageal reflux disease (GERD), langsung tidur setelah makan dapat memperparah gejala seperti nyeri dada, batuk kering, dan rasa pahit di tenggorokan.
3. Menyebabkan Perut Terasa Penuh dan Kembung
Proses pencernaan membutuhkan waktu. Jika tubuh langsung berbaring, makanan dicerna lebih lambat dan bisa menimbulkan rasa begah atau tekanan pada perut.
4. Mengganggu Kualitas Tidur
Rasa panas di dada atau ketidaknyamanan akibat refluks bisa membuat tidur tidak nyenyak dan mudah terbangun di malam hari.
5. Waktu Ideal Sebelum Berbaring
Para ahli menyarankan untuk menunggu sekitar dua hingga tiga jam setelah makan sebelum tidur. Memberi jeda waktu membantu makanan mulai tercerna dengan baik dan menurunkan risiko refluks.
6. Lakukan Aktivitas Ringan
Alih-alih langsung berbaring, berjalan santai selama 10–15 menit setelah makan dapat membantu memperlancar proses pencernaan.
7. Perhatikan Porsi dan Jenis Makanan
Menghindari makan berlebihan serta membatasi makanan berlemak dan pedas di malam hari juga dapat membantu mencegah gangguan asam lambung.
Meski sesekali berbaring setelah makan mungkin tidak langsung menimbulkan masalah, menjadikannya kebiasaan dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan. Jika sering mengalami heartburn atau refluks, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....