Minum Kopi Setiap Pagi, Sehat atau Berisiko? Ini Penjelasan Ahli

  • 16 Jun 2026 18:04 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Secangkir kopi di pagi hari telah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Selain membantu mengusir kantuk, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga menurunkan risiko diabetes.

Mengutip laman Health.com, para ahli menyebut konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh. Kandungan kafein di dalamnya diketahui membantu meningkatkan kewaspadaan, mengurangi rasa lelah, dan mendukung konsentrasi saat beraktivitas.

Tak hanya itu, kopi juga dapat menjadi pendukung aktivitas fisik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi sebelum berolahraga berpotensi meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu seseorang lebih aktif bergerak sepanjang hari.

Manfaat lainnya berkaitan dengan kesehatan jantung. Konsumsi kopi dalam jumlah sedang telah dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, gagal jantung, hingga stroke. Efek tersebut diduga berasal dari kandungan antioksidan yang membantu melawan peradangan dalam tubuh.

Kebiasaan minum kopi juga dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2. Senyawa antioksidan dan fitokimia yang terdapat dalam biji kopi diyakini berperan dalam membantu tubuh mengatur metabolisme gula darah serta meningkatkan sensitivitas insulin.

Di sisi lain, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi kopi berlebihan dapat memicu sejumlah efek samping. Kafein dapat mengganggu kualitas tidur apabila dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu istirahat malam. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan tidur, berkurangnya durasi tidur, hingga menurunnya kualitas tidur nyenyak.

Selain itu, sebagian orang dapat merasakan gejala seperti jantung berdebar, gelisah, atau meningkatnya rasa cemas setelah mengonsumsi kopi. Efek ini umumnya lebih mudah muncul pada individu yang sensitif terhadap kafein.

Sistem pencernaan juga dapat terpengaruh. Pada beberapa orang, kopi dapat mempercepat pergerakan usus sehingga memicu keluhan seperti perut tidak nyaman atau diare. Minuman ini juga dapat memperburuk gejala refluks asam lambung pada individu yang rentan.

Para ahli menyarankan konsumsi kopi tidak melebihi 400 miligram kafein per hari atau setara sekitar empat cangkir kopi bagi kebanyakan orang dewasa sehat. Untuk menjaga kualitas tidur, konsumsi kopi sebaiknya dibatasi hingga sebelum siang hari.

Dengan memperhatikan jumlah dan waktu konsumsi, kopi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Namun, setiap orang memiliki toleransi yang berbeda terhadap kafein sehingga penting untuk mengenali respons tubuh masing-masing sebelum menjadikannya kebiasaan harian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....