Mengenang 28 Tahun Perpisahan Abadi untuk Putri Diana

  • 06 Sep 2025 19:50 WIB
  •  Bogor

KBRN, Tanggal 6 September 1997 menjadi salah satu momen yang paling membekas dalam sejarah Inggris dan dunia. Pada hari itu, jutaan pasang mata tertuju pada prosesi pemakaman Diana, Princess of Wales, yang meninggal tragis dalam kecelakaan mobil di Paris pada 31 Agustus 1997. Kehilangan “Putri Rakyat” bukan hanya mengguncang Kerajaan Inggris, tetapi juga menyentuh hati jutaan orang lintas bangsa dan budaya.

Ribuan bunga diletakkan para pelayat di depan halaman Istana Buckingham untuk menghormati kepergian Diana "Putri Wales"

  • Prosesi yang Membisu, Dunia yang Berkabung

Suasana London pagi itu dipenuhi kesedihan. Ribuan orang berbaris di sepanjang jalan yang dilalui iring-iringan peti jenazah Diana, dari Istana Kensington menuju Westminster Abbey. Karangan bunga, surat, dan foto menumpuk di depan istana, menjadi lautan tanda cinta dari rakyat yang merasa dekat dengan sosoknya.

Dalam keheningan yang mencekam, hanya denting lonceng dan derap langkah kuda yang mengiringi perjalanan terakhir sang putri. Gambar paling menggetarkan adalah ketika dua putra Diana, Pangeran William dan Pangeran Harry, yang masih remaja, berjalan di belakang peti ibunda mereka dengan wajah menahan duka.

  • Westminster Abbey: Doa dan Kenangan

Upacara di Westminster Abbey dihadiri para tokoh dunia, keluarga kerajaan, serta perwakilan berbagai negara. Lebih dari 2.000 undangan hadir, sementara jutaan orang menyaksikan lewat siaran televisi. Penyampaian penghormatan terakhir dilakukan dengan penuh emosi, terutama ketika Earl Spencer, adik Diana, menyampaikan pidato menyentuh tentang peran kakaknya sebagai figur yang penuh kasih, sederhana, dan dekat dengan rakyat.

Momen lain yang tak terlupakan adalah penampilan Elton John, sahabat Diana, yang menyanyikan lagu khusus untuk mengenang dirinya. Lagu itu kemudian menjadi simbol kesedihan global atas kehilangan yang begitu besar.

  • Duka yang Menyatukan Dunia

Diperkirakan lebih dari 2,5 miliar orang di seluruh dunia menyaksikan pemakaman ini melalui televisi—sebuah angka yang luar biasa besar pada masanya. Diana bukan sekadar anggota keluarga kerajaan, ia adalah ikon yang mampu menjembatani jarak antara istana dan rakyat. Kepeduliannya pada isu kemanusiaan, mulai dari kampanye anti-ranjau darat hingga advokasi bagi penderita HIV/AIDS, membuatnya dicintai lintas batas.

  • Tempat Peristirahatan Terakhir

Usai prosesi di Westminster Abbey, jenazah Diana dibawa ke Althorp, kediaman keluarga Spencer di Northamptonshire. Di sebuah pulau kecil yang tenang di tengah danau, Diana dimakamkan secara privat, jauh dari hiruk pikuk publik, sesuai keinginan keluarga. Tempat itu kini menjadi tujuan ziarah bagi banyak orang yang ingin memberi penghormatan terakhir.

  • Warisan Abadi

Hari ini tepat 28 tahun setelah pemakamannya, kenangan akan Putri Diana tetap hidup. Ia dikenang sebagai sosok yang hangat, rendah hati, dan peduli terhadap sesama. Pemakamannya bukan hanya simbol duka, tetapi juga pernyataan cinta rakyat kepada seorang putri yang hidupnya penuh warna namun berakhir tragis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....