Antarktika Dilanda Gelombang Panas, Suhu Musim Dingin Capai 15,4 Derajat Celsius

  • 12 Jun 2026 11:32 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Fenomena cuaca ekstrem kembali terjadi di Antarktika setelah suhu di Semenanjung Antarktika mencapai 15,4 derajat Celsius pada awal Juni 2026. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi yang pernah tercatat untuk bulan Juni di kawasan tersebut.

Mengutip laman AFP, data dari Pangkalan Esperanza milik Argentina menunjukkan suhu yang jauh melampaui kondisi normal musim dingin. Padahal, rata-rata suhu Juni di wilayah itu biasanya berada di kisaran minus 6,2 derajat Celsius.

Tidak hanya Esperanza, dua pangkalan penelitian Argentina lainnya, yakni Marambio dan San Martin, juga mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Juni. Kondisi ini memperlihatkan peningkatan suhu yang terjadi secara luas di bagian utara Benua Antarktika.

Kenaikan suhu tersebut turut memicu pencairan es dengan laju yang tidak biasa pada musim dingin. Situasi ini menjadi perhatian para ilmuwan karena berlangsung pada periode yang seharusnya didominasi suhu sangat dingin dan pembentukan lapisan es.

Fenomena ini dinilai sebagai bagian dari tren pemanasan yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Perubahan iklim global disebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya suhu di kawasan kutub selatan.

Dampak pemanasan tidak hanya terlihat pada suhu udara, tetapi juga pada pola presipitasi yang mulai berubah. Di sejumlah wilayah, hujan dilaporkan lebih sering turun dibandingkan salju yang selama ini menjadi ciri khas Antarktika.

Perubahan kondisi cuaca tersebut berpotensi memengaruhi ekosistem setempat, termasuk habitat satwa yang bergantung pada lingkungan bersalju. Selain itu, aktivitas penelitian di pangkalan-pangkalan Antarktika juga menghadapi tantangan akibat meningkatnya aliran air dan pembentukan es yang tidak stabil.

Selama tiga pekan berturut-turut, Pangkalan Esperanza mencatat suhu harian di atas titik beku. Akibatnya, sebagian wilayah di utara Antarktika tetap bebas dari salju, menciptakan pemandangan yang tidak lazim di tengah musim dingin Benua Putih.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....