Dunia Diperkirakan Hadapi Gelombang Panas Ekstrem hingga 2030

  • 29 Mei 2026 22:46 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization memperingatkan suhu rata-rata bumi diperkirakan tetap berada di level sangat tinggi dalam lima tahun ke depan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran baru terkait dampak perubahan iklim yang semakin nyata di berbagai negara.

Dalam laporan terbaru yang dikutip Jumat (29/5), WMO memproyeksikan suhu global pada periode 2026 hingga 2030 berada sekitar 1,3 sampai 1,9 derajat Celsius di atas level pra-industri. Artinya, tren cuaca panas ekstrem diprediksi masih terus terjadi dan bahkan berpotensi mencetak rekor baru dalam beberapa tahun mendatang.

Mengutip laporan BBC News dan data WMO pada Jumat (29/5/2026), fenomena El Nino disebut menjadi salah satu faktor yang dapat memperparah kenaikan suhu global. Pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur diperkirakan meningkatkan peluang terjadinya tahun terpanas baru pada 2027.

WMO juga menyebut terdapat peluang sebesar 91 persen bahwa setidaknya satu tahun antara 2026 sampai 2030 akan melampaui ambang kenaikan suhu 1,5 derajat Celsius dibanding masa pra-industri. Selain itu, peluang terlampauinya rekor suhu global yang tercatat pada 2024 mencapai 86 persen.

Perjanjian Iklim Paris sendiri menetapkan target pembatasan pemanasan global maksimal 1,5 derajat Celsius demi mengurangi dampak perubahan iklim yang lebih parah. Meski pelampauan batas tersebut dalam satu tahun belum berarti target gagal tercapai, para ilmuwan menilai kondisi ini menjadi sinyal bahwa bumi semakin mendekati fase krisis iklim yang serius.

Laporan tersebut juga menyoroti percepatan pemanasan di kawasan Arktik. Es laut di sejumlah wilayah seperti Laut Barents, Laut Bering, hingga Laut Okhotsk diperkirakan terus mengalami penyusutan. Dampaknya dapat memicu kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem, hingga gangguan terhadap ekosistem global.

Data yang dihimpun Met Office bersama berbagai lembaga iklim dunia menunjukkan pemanasan global kini berlangsung semakin cepat akibat emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia. Para ahli menilai upaya pengurangan penggunaan bahan bakar fosil menjadi langkah penting untuk menahan laju kenaikan suhu bumi dalam beberapa dekade mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....