Anak Diam saat Ditanya Guru? Begini Cara Membangun Percaya Diri

  • 07 Okt 2026 10:51 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Pernah melihat anak sebenarnya mengetahui jawaban ketika guru bertanya di kelas, tetapi justru memilih diam? Menunduk, menghindari kontak mata, atau berpura-pura sibuk bisa menjadi respons anak yang takut salah atau khawatir menjadi pusat perhatian.

Kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan anak tidak memahami pelajaran. Sikap diam di kelas dapat berkaitan dengan kepercayaan diri, pengalaman sebelumnya, maupun rasa cemas ketika harus berbicara di hadapan guru dan teman-temannya.

Rasa takut menjawab pertanyaan di kelas dapat muncul karena berbagai faktor. Anak mungkin khawatir jawabannya keliru, takut ditertawakan teman, atau merasa akan dinilai oleh guru.

Pengalaman yang kurang menyenangkan sebelumnya juga dapat membuat anak semakin enggan berbicara. Misalnya, pernah mendapat teguran atau ditertawakan ketika salah menjawab dapat membuat anak takut mengalami hal serupa.

Pada anak dengan kecenderungan perfeksionis, keinginan untuk memberikan jawaban yang benar juga bisa membuat mereka memilih diam. Mereka mungkin merasa harus benar-benar yakin sebelum berani menyampaikan pendapat.

Situasi tersebut perlu disikapi dengan tepat agar anak tidak semakin kehilangan keberanian. Orang tua dapat mulai dengan mengubah cara merespons ketika anak melakukan kesalahan dan meyakinkannya bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar.

Pujian juga tidak harus diberikan hanya ketika anak memberikan jawaban yang benar. Keberanian untuk mencoba, menyampaikan pendapat, dan menghadapi rasa takut juga perlu diapresiasi.

Kepercayaan diri anak dapat dilatih secara bertahap di rumah. Orang tua bisa membuat permainan kuis sederhana dalam suasana santai atau bermain peran sebagai guru dan murid agar anak terbiasa menjawab tanpa merasa tertekan untuk selalu benar.

Orang tua juga sebaiknya menghindari membandingkan anak dengan anak lain. Kalimat seperti “lihat temanmu saja berani” justru dapat membuat anak merasa kurang mampu dan semakin enggan untuk mencoba.

Dukungan juga perlu dibangun bersama pihak sekolah. Orang tua dapat berkomunikasi dengan guru atau wali kelas mengenai kondisi anak agar pendekatan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhannya.

Guru dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab dalam kelompok kecil atau secara personal terlebih dahulu sebelum mendorongnya berbicara di depan seluruh kelas. Pendekatan tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman secara fisik maupun psikologis.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui kebijakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman menekankan pentingnya perlindungan psikologis dan sosial serta terciptanya lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik.

Jika rasa takut berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas anak, orang tua perlu memberikan perhatian lebih. Kecemasan di lingkungan sekolah dapat terlihat dari perilaku menghindari situasi tertentu, kesulitan berkonsentrasi, hingga keengganan mengikuti kegiatan belajar atau bersosialisasi.

Anak juga dapat mengalami keluhan fisik seperti sakit kepala atau sakit perut yang berulang tanpa penyebab medis yang jelas. Jika kondisi tersebut semakin mengganggu proses belajar maupun kehidupan sosial, orang tua dapat mempertimbangkan konsultasi dengan psikolog anak atau tenaga profesional.

Pada akhirnya, membangun kepercayaan diri bukan berarti membuat anak selalu berani mengangkat tangan atau selalu memberikan jawaban yang benar. Hal terpenting adalah membantu anak memahami bahwa mencoba merupakan bagian dari belajar, kesalahan bukan kegagalan, dan dirinya tetap dihargai meskipun belum mampu memberikan jawaban yang sempurna.

Membangun kepercayaan diri bukan berarti membuat anak selalu berani mengangkat tangan atau selalu memberikan jawaban yang benar. Hal terpenting adalah membantu anak memahami bahwa mencoba merupakan bagian dari belajar, kesalahan bukan kegagalan, dan dirinya tetap dihargai meskipun belum mampu memberikan jawaban yang sempurna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....