Jawab Tantangan Pariwisata, DPR Sorot Teknologi Pengelolaan Limbah Nusa Dua Bali

  • 06 Mei 2026 09:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty menyoroti, pemanfaatan teknologi pengolahan limbah kawasan hotel Nusa Dua, Bali.
  • Menurut politikus PDIP ini, hal tersebut merupakan upaya menjawab tantangan utama sektor pariwisata.
  • Ini adalah penampungan limbah dari seluruh hotel di kawasan ini, air limbah tersebut diolah secara bertahap.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty menyoroti, pemanfaatan teknologi pengolahan limbah kawasan hotel Nusa Dua, Bali. Tepatnya, pemanfaatkan teknologi pengolahan limbah air buangan hingga menjadi air bersih dan layak konsumsi.

Menurut politikus PDIP ini, hal tersebut merupakan upaya menjawab tantangan utama sektor pariwisata. Terutama, dalam menagani persoalan sampah dan ketersediaan air.

“Ini adalah penampungan limbah dari seluruh hotel di kawasan ini, air limbah tersebut diolah secara bertahap. Awalnya dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman, kemudian melalui proses lanjutan hingga akhirnya aman untuk diminum,” kata Evita dalam keterangannya seperti dilansir laman DPR RI, saat kunjungan kerja reses ke kawasan Nusa Dua yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Bali, dikutip Rabu, 6 Mei 2026.

Evita menilai, sistem ini menunjukkan limbah dapat diolah menjadi sumber daya bermanfaat apabila didukung teknologi dan pengelolaan tepat. Selain pengolahan limbah, ia juga meninjau sistem pengelolaan sampah terpadu (Integrated Waste Management).

"Persoalan sampah masih menjadi tantangan utama sektor pariwisata Indonesia, diperlukan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Waste management ini diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, ini harus kita dorong,” ucap Evita.

Kemudian, Evita juga menyoroti, sistem pengolahan air laut menjadi air tawar yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan kawasan. Teknologi ini, dinilai sebagai solusi atas tingginya kebutuhan air di destinasi wisata.

"Kita berharap teknologi yang dimiliki ini bisa ditransfer dan diterapkan di daerah lain. Kita bukan sekadar kunjungan biasa, kita benar-benar melihat langsung karena ini menjadi persoalan serius dalam pariwisata kita,” ujar Evita.

Sebelumnya diberitakan, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), bagian holding BUMN InJourney, memproduksi 331 ribu meter kubik air bersih. Yakni, dari hasil pengolahan air laut selama tiga bulan terakhir di Nusa Dua, Bali.

Pernyataan tegas ini, diungkapkan oleh Direktur Operasi ITDC Troy Warokka. "Saat beroperasi penuh kapasitas produksi hingga 1,31 juta meter kubik per tahun," kata Troy di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 22 Januari 2026.

ITDC telah mengoperasikan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang memanfaatkan air laut sebagai sumber air bersih alternatif. Teknologi itu mampu memisahkan garam dari air laut dengan memanfaatkan tekanan osmotik, sehingga menghasilkan air bersih layak konsumsi.

Teknologi itu dikenal sebagai solusi efisien dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan keterbatasan sumber air tawar. Khususnya, di area pesisir yang berkembang sebagai destinasi pariwisata.

Dengan begitu, pemanfaatan teknologi SWRO diharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap air tanah. Sekaligus, memperkuat ketahanan lingkungan, serta mendukung pengembangan kawasan pariwisata hijau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....