Hadapi Harga Minyak Dunia, Komisi XI DPR Tegaskan Penting Transparansi Fiskal APBN

  • 07 Apr 2026 07:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menegaskan, pentingnya transparansi pemerintah terkait kesiapan fiskal dan APBN 2026
  • 90 dolar AS per barel, hingga 100 dolar AS per barel, negara sudah siap?
  • Misbakhun mengungkapkan, penerimaan negara merupakan pondasi utama dalam menjaga keberlanjutan fiskal

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menegaskan, pentingnya transparansi pemerintah terkait kesiapan fiskal dan APBN 2026. Kesiapan fiskal itu, guna menghadapi berbagai skenario harga minyak mentah dunia akibat memanaskan konflik Timur Tengah.

“Ini sangat penting untuk diketahui masyarakat, exercise BBM pada harga 80 dolar AS per barel. 90 dolar AS per barel, hingga 100 dolar AS per barel, negara sudah siap?,” kata Misbakhun dalam pernyataannya kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dalam rapat kerja, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Misbakhun mengungkapkan, penerimaan negara merupakan pondasi utama dalam menjaga keberlanjutan fiskal. Di tengah dinamika gejolak ekonomi global, penguatan kebijakan fiskal dinilai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Pemerintah harus terus berupaya menjaga stabilitas harga agar tidak mengalami kenaikan signifikan. Harus dapat membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," ucap Misbakhun.

Diketahui, dalam rapat tersebut Menkeu Purbaya memaparkan, secara umum mengenai kondisi ekonomi dan fiskal Indonesia. Terutama, kondisi ekonomi Indonesia di tengah kondisi geopolitik dunia yang sedang memanas khususnya di Timur Tengah.

Menkeu Purbaya menyampaikan, kondisi umum khususnya soal energi yang menjadi fokus dunia hari ini. Menteri Purbaya menjamin BBM penugasan kondisinya aman sampai akhir tahun.

Selain itu, Menteri Purbaya juga menyampaikan, soal stabilitas fiskal dan relisasi pendapatan negara triwulan pertama tahun 2026. “Kami siap, tidak menaikkan (harga) sampai akhir tahun, BBM bersubsidi ya, dengan asumsi harga minyak USD 100 per-barel," kata Menkeu Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Menkeu Purbaya menuturkan, pihaknya sudah mempersiapkan langkah-langkah mitigasi serta menghitung ketahanan APBN jika harga minyak dunia naik. Baik menjadi USD 80 per barel maupun USD 100 per barel.

“Jadi, (BBM) yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Jadi, masyarakat di luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kami sudah hitung," ujar Menkeu Purbaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....