Menkeu Purbaya Buka-bukaan Soal Kemampuan APBN, Harga Minyak hingga Darurat Energi
- 25 Mar 2026 15:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih aman, meski dibayangi kenaikan harga minyak dunia
- Menkeu Purbaya mengatakan, harga rata-rata minyak sekarang sekitar USD74 per barel, kenaikan harganya 4 dolar dari asumsi makro sehingga dan masih dapat diatasi oleh APBN
- Menkeu Purbaya meyakini Indonesia tidak akan mengalami darurat energi, namun pemerintah tetap waspada terhadap kelangkaan energi
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih aman. Meski dibayangi kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
“APBN kita kan masih tahan, saya nggak akan nggak ubah APBN atau subsidi yang ada. Sampai mungkin nanti harga minyak tinggi sekali, tergantung keputusan pimpinan (presiden), tapi saat sekarang masih aman,” kata Menkeu Purbaya dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Rabu, 25 Maret 2026.
Menurutnya, pemerintah terus menghitung berbagai kemungkinan harga minyak dan kemampuan APBN menghadapi kenaikan tersebut. Dari hitungannya, harga rata-ratanya sekarang sekitar USD74 per barel.
Artinya, jelas Purbaya, kenaikan harganya baru 4 dolar dari asumsi makro harga minyak dalam APBN 2026. Dalam asumsi makro APBN 2026, harga minyak dipatok USD70 per barel.
“Kalau cuma naik 4 dolar bisa saya tutup anggarannya dengan gampang dari beberapa langkah yang kita punya. Dari beberapa cadangan yang kita punya, jadi enggak perlu takut,” ujar Purbaya.
Indonesia, lanjutnya, pernah menghadapi situasi dimana harga minyak sangat tinggi. Saat krisis keuangan tahun 2008 harga minyak mencapai USD150 dan saat pandemi Covid-19 harga minyak mencapai USD120 per barel.
“Kita sudah punya pengalaman menghadapi kondisi seperti itu, dan perekonomian Indonesia masih dapat tumbuh. Jadi kalau kita pinter membuat kebijakan fiskal dan moneter, semua gangguan bisa kita kendalikan,” ujar Purbaya.
Meski demikian, tambah Purbaya, pemerintah tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi. Ia meyakini Indonesia tidak akan sampai mengalami darurat energi seperti yang dialami Filipina.
“Darurat energi itu kalau suplainya berhenti, itu yang saya saya takut, tapi kita masih ada suplainya. Jadi kalau dibilang (Indonesia) darurat, enggak lah, tapi kita harus siap-siap terus ke depan,” kata Purbaya menutup keterangannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....