Selamatkan Ekonomi Indonesia, Pemerintah Diminta Lakukan Tiga Langkah Kongkret
- 02 Mar 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak mendorong, pemerintah melakukan tiga langkah konkret dalam menyelamatkan ekonomi Indonesia. Hal ini penting pasca-aksi saling balas rudal antara Israel dan Iran yang berpotensi berdampak terhadap ekonomi nasional.
Pertama, kata politikus PKS ini, pemerintah perlu melakukan re-alokasi anggaran untuk bantalan sosial yang berarti. Pemerintah harus segera menyisir anggaran proyek non-strategis, dialihkan menjadi tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Energi dan subsidi pangan.
"Kedua, perlunya diplomasi energi non-tradisional, kementerian terkait untuk mencari alternatif pasokan minyak dari wilayah non-konflik. Guna mengurangi ketergantungan pada jalur distribusi yang terganggu di Timur Tengah," kata Amin dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.
Ketiga, menurutnya, pemerintah juga perlu mengintervensi moneter yang terukur. Amin mendorong, Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas Rupiah dari pelarian modal (capital outflow).
"Tanpa harus mencekik pertumbuhan kredit UMKM karena kenaikan suku bunga yang terlalu agresif. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam drama geopolitik ini," ucap Amin.
Kemudian, ia menuturkan, ketahanan pangan dan energi harus menjadi prioritas absolut. Krisis ini, merupakan momentum bagi pemerintah untuk membuktikan sejauh mana kemandirian ekonomi yang selama ini didengungkan.
“Pemerintah perlu menyeimbangkan berbagai program berbiaya besar dengan penebalan bantalan sosial. Demi menjaga daya beli rakyat dan stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak energi global saat ini," ujar Amin.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah entitas zionis Israel menyerang Iran, Sabtu, 28 Februari 2026, waktu setempat. Iran membalas serangan itu dengan menembakkan rudalnya ke Tel Aviv dan basis militer AS di Bahrain, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, ketegangan di Timur Tengah akan berdampak pada harga komoditas dan nilai tukar rupiah. “Dampaknya akan luar biasa, kemungkinan harga emas dunia naik, logam mulia naik dan rupiah akan melemah,” ujarnya.
Selain itu, harga emas dunia kemungkinan akan naik dan akan berdampak pada harga turunannya. Jika perang berlanjut, bukan tidak mungkin memantik negara-negara proxi masing-masing.
“Negara-negara seperti Tiongkok dan Rusia akan mendukung Iran. Sedangkan entitas zionis Israel akan bersekutu dengan Amerika Serikat,” ucap Ibrahim.
Ibrahim memperkirakan, pekan depan harga emas kemungkinan melonjak ke rentang 5.365 dolar hingga 5.500 dolar AS per troi ons. Sementara harga emas dunia hari ini terpantau di posisi 5.280 AS dolar per troi ons.
Kalau harga emas dunia Minggu besok mengalami kenaikan, maka harga logam mulia di dalam negeri juga akan naik. Kenaikannya diperkirakan pada rentang Rp3.150.000 hingga Rp3.400.000 rupiah per gram.
Sedangkan nilai tukar rupiah, tambah Ibrahim, bukan tidak mungkin menembus Rp 17.000 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan hari Jumat kemarin, rupiah ditutup turun ke level Rp16.787 per dolar AS.
“Ini yang harus diantisipasi Bank Indonesia, untuk melakukan intervensi di pasar uang dan melakukan pengawasan moneter,” ujar Ibrahim. Karena belakangan ini, tambahnya, rupiah juga mengalami tekanan akibat isu tarif impor baru yang diterapkan Presiden Trump.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....