MoU di INNOPROM 2026, Indonesia dan Kazakhstan Perkuat Kerja Sama Industri
- 13 Jul 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia memandang Kazakhstan sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tengah dan Eurasia dengan potensi pembukaan akses ke pasar Eurasia yang lebih luas.
- Total perdagangan nonmigas Indonesia-Kazakhstan pada 2025 mencapai 172,2 juta dolar AS dengan produk ekspor utama meliputi elektronika, permesinan, tembakau, minyak sawit dan turunannya, serta alas kaki.
- Indonesia dan Kazakhstan menandatangani MoU kerja sama industri yang mencakup pertukaran teknologi, pengembangan keterkaitan industri, rantai pasok, dan kolaborasi bidang metalurgi dan manufaktur.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Kazakhstan perkuat kerja sama industry melalui MoU (Memorandum of Understanding) di INNOPROM 2026, Rusia. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia memandang Kazakhstan sebagai mitra strategis di Asia Tengah dan Eurasia.
Menurutnya, Kazakhstan juga menjadi pintu masuk yang potensial bagi produk industri Indonesia ke pasar Eurasia yang lebih luas. "Kami berharap momentum tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan," ujar Agus dalam keterangan yang dikutip RRI, Senin, 13 Juli 2026.
Menurutnya, Hubungan ekonomi Indonesia dan Kazakhstan terus menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, total perdagangan nonmigas kedua negara mencapai 172,2 juta dolar Amerika Serikat.
Selain itu, nilai ekspor Indonesia ke Kazakhstan juga menunjukkan tren positif. Produk ekspor utama Indonesia meliputi elektronika, permesinan, tembakau, minyak sawit dan turunannya, serta alas kaki.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara membahas tindak lanjut hasil SKB Kedua Indonesia-Kazakhstan 11 Mei 2026 di Astana. Pertemuan itu juga menjadi momentum untuk mengaktifkan kembali mekanisme kerja sama bilateral sekaligus memperkuat implementasi I-EAEU FTA.
Indonesia-Kazakhstan turut membahas perdagangan, investasi, energi, mineral, ketahanan pangan, transformasi digital, dan kecerdasan artifisial. Indonesia mendorong peningkatan akses pasar minyak sawit dan turunannya, peralatan listrik dan mekanik, alas kaki, produk berbasis karet, makanan olahan.
Menperin menyambut baik penandatanganan I-EAEU FTA sebagai langkah memperkuat hubungan ekonomi dan industri antara Indonesia dengan negara-negara EAEU. Menurutnya, perjanjian tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan kerja sama industri setelah proses ratifikasi selesai.
Pada kesempatan yang sama, Indonesia dan Kazakhstan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama industri. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat kerja sama dalam eksplorasi dan implementasi proyek investasi bersama.
MoU tersebut mencakup penguatan kemitraan ekonomi melalui pertukaran teknologi, pengembangan keterkaitan industri, dan penguatan rantai pasok. MoU juga meliputi penyelenggaraan dialog, forum bisnis, pengembangan kawasan industri, serta kerja sama antarpelaku usaha.
Kerja sama antarpelaku usaha mencakup pembentukan usaha patungan, lokalisasi produksi, serta kolaborasi bidang metalurgi dan manufaktur. MoU juga mendukung pengembangan SDM melalui pelatihan bersama pemerintah, lembaga akademik, dan pihak terkait lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....