Menperin Dukung Pengembangan Teknologi Otomotif Ramah Lingkungan
- 06 Feb 2026 14:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan berbagai teknologi otomotif ramah lingkungan. Agus menilai inovasi teknologi harus mampu berkontribusi nyata pada penurunan emisi gas buang secara berkelanjutan.
Pendekatan teknologi yang terbuka diharapkan dapat memacu percepatan transisi menuju penggunaan kendaraan rendah emisi. Pemerintah berupaya menciptakan ekosistem industri hulu hingga hilir agar rantai pasok nasional menjadi mandiri.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sendiri melaporkan peta jalan pengembangan ekosistem kendaraan listrik terbagi dalam tiga periode. Tahapan strategis tersebut dimulai dari fase inisiasi hingga ekspansi massal setelah tahun 2030 mendatang.
“Pengembangan kendaraan listrik nasional dilakukan secara bertahap. Diawali dengan pengenalan teknologi, penarikan investasi, pembangunan infrastruktur, serta produksi lokal berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta dalam keterangannya tertulisnya, dikutip, Jumat, 3 Februari 2026.
Pemerintah juga menyesuaikan ambang batas minimal TKDN sesuai aturan hukum yang berlaku. Standar komponen lokal ditetapkan minimal 40 persen untuk periode tahun 2022 hingga tahun 2026 ini.
“Pada periode 2027-2029, pemerintah menargetkan penguatan ekosistem kendaraan listrik dengan capaian TKDN di atas 60 persen. Hal itu disesuaikan dengan realisasi investasi serta kesiapan industri dan pemasok pendukung,” kata Setia Diarta.
Kebijakan peningkatan komponen lokal bertujuan untuk memberdayakan industri pemasok dan manufaktur pendukung di dalam negeri. Kemenperin menetapkan target penggunaan suku cadang domestik harus mencapai angka 80 persen pada tahun 2030.
Sinergi antara sektor swasta dan otoritas negara terus diperkuat guna membangun industri baterai secara menyeluruh. Pemerintah daerah turut memberikan dukungan melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya dan berbagai insentif fiskal khusus.
“Dengan fondasi yang kuat, Indonesia berpeluang besar menjadi pusat produksi kendaraan listrik di kawasan. Selain itu juga dapat menciptakan nilai tambah industri nasional,” ucap Setia Diarta.
Sementara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menegaskan, pelaku industri nasional mendukung penuh konsep teknologi rendah emisi. Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara mengatakan, konsistensi regulasi menjadi faktor kunci bagi investor dalam menanamkan modal jangka panjang.
Menurutnya, kepastian arah kebijakan pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga keberlangsungan bisnis otomotif di tanah air. Industri otomotif berkomitmen penuh dalam membantu pencapaian target emisi nol bersih pada tahun 2060 nanti.
Disisi lain, CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menyampaikan, wilayah nusantara memiliki peran yang sangat strategis bagi perusahaan. Kariyanto memandang Indonesia bukan sekadar pasar tetapi juga basis ekspansi penting di kawasan Asia Tenggara.
Ia mengatakan, partisipasi merek global terlihat dari semakin masifnya pembangunan fasilitas produksi dan jaringan pendukung di Indonesia. Kehadiran produsen internasional tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing teknologi serta kualitas sumber daya manusia domestik.
Kementerian Perindustrian memfokuskan tiga prioritas utama dalam jangka waktu 12 hingga 24 bulan. Fokus tersebut meliputi kepastian implementasi peta jalan, penguatan industri baterai, serta pemberian insentif pasar secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....