Indonesia Jajaki Kerja Sama Industri Perkapalan dengan Rusia
- 13 Jul 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Indonesia dan Rusia menjalin kerja sama industri maritim yang mencakup investasi, alih teknologi, pengembangan SDM, dan kolaborasi produksi kapal.
- Forum Building an Indonesia-Russia Shipbuilding Partnership mempertemukan asosiasi perkapalan Indonesia dengan perusahaan galangan kapal Rusia di INNOPROM 2026 di Yekaterinburg pada 8 Juli 2026.
- Indonesia memanfaatkan keunggulan pasar besar sebagai negara kepulauan sementara Rusia berkontribusi dengan teknologi propulsi modern dan pengalaman rekayasa maritim untuk membangun industri perkapalan yang kompetitif.
- Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) perkapalan Indonesia-Rusia pada Desember 2025 dan diperkuat oleh I-EAEU FTA.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia melakukan kerja sama dengan Rusia memperkuat kapasitas industri maritim nasional. Kerja sama ini mencakup investasi, alih teknologi, pengembangan SDM, kolaborasi produksi, serta memperluas akses pasar ASEAN.
Hal itu dikatakan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat menghadiri forum Building an Indonesia–Russia Shipbuilding Partnership. Acara itu digelar pada ajang INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia, Rabu, 8 Juli 2026.
“Kerja sama industri perkapalan dengan Rusia menjadi peluang memperkuat kapasitas industri maritim Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi produksi,” kata Menperi dalam keterangan yang dikutip RRI, Senin, 13 Juli 2026.
Forum Building an Indonesia-Russia Shipbuilding Partnership mempertemukan asosiasi perkapalan Indonesia dengan perusahaan galangan kapal Rusia. Forum tersebut membahas peluang investasi, alih teknologi, pengembangan SDM, produksi bersama, kolaborasi bisnis, serta pengembangan teknologi.
Penyelenggaraan forum merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama perkapalan Indonesia–Rusia pada Desember 2025. Kesepakatan tersebut menjadi dasar kolaborasi pembangunan kapal, teknologi maritim, rekayasa kelautan, pengembangan SDM, serta investasi industri.
Indonesia memandang kerja sama industri perkapalan dengan Rusia sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas industri maritim nasional. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kebutuhan besar industri perkapalan untuk logistik, transportasi, perikanan, energi lepas pantai, dan pemerataan ekonomi.
Rusia memiliki pengalaman pengembangan industri perkapalan, mulai desain kapal niaga hingga teknologi propulsi dan rekayasa maritim modern. Peluang kolaborasi meningkat setelah penandatanganan I-EAEU FTA memperkuat perdagangan, investasi, kemitraan industri, serta pertukaran teknologi kedua pihak.
Dalam forum tersebut, kedua negara membahas peluang kerja sama pembangunan kapal penumpang, feri, logistik, perikanan, patroli, dan pendukung lepas pantai. Kedua negara juga membahas pengembangan industri komponen kapal serta peningkatan kompetensi tenaga kerja industri maritim.
Sementara itu, Direktur Jenderal KPAII Tri Supondy mengatakan Indonesia-Rusia memiliki keunggulan saling melengkapi membangun industri perkapalan kompetitif. Menurutnya, Indonesia menawarkan pasar besar, sedangkan Rusia unggul pada teknologi serta pengalaman pengembangan berbagai jenis kapal.
"Kami berharap forum ini menghasilkan kolaborasi konkret antarpelaku industri melalui alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan investasi. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mendorong joint production, memperkuat industri perkapalan nasional, serta memperluas akses ke pasar ASEAN," ujar Tri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....