Kawasan Industri Indonesia Bidik Investor Eurasia lewat INNOPROM 2026

  • 10 Jul 2026 07:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia menjadi Official Partner Country di INNOPROM 2026 Ekaterinburg, Rusia, menawarkan kawasan industri dengan infrastruktur dan regulasi kompetitif kepada investor Eurasia.
  • Hingga triwulan II 2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang menampung hampir 12 ribu tenan, menyerap 2,35 juta tenaga kerja, dan menarik investasi Rp6.744,58 triliun pada tahun lalu.
  • Lima pengelola kawasan industri termasuk PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Bintan Industrial Estate, dan HKI berpartisipasi sebagai co-exhibitor untuk memfasilitasi komunikasi bisnis langsung dengan investor Eurasia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia menawarkan kawasan industri kepada investor Eurasia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Partisipasi tersebut menghadirkan berbagai lokasi investasi siap bangun untuk memperluas peluang investasi dan kerja sama industri.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keikutsertaan Indonesia memperluas kerja sama industri sekaligus mendukung Asta Cita melalui industrialisasi. Menurutnya, Indonesia menghadirkan lokasi investasi didukung infrastruktur, regulasi, dan layanan kompetitif bagi pembangunan basis produksi nasional.

"Kami ingin investor Eurasia melihat Indonesia bukan hanya pasar besar, tetapi juga mitra produksi yang siap tumbuh bersama. Kami menghadirkan lokasi investasi didukung infrastruktur, regulasi, dan layanan kompetitif sehingga perusahaan segera membangun basis produksi Indonesia," ujar Agus dalam keterangan, Kamis, 9 Juli 2026.

Menperin mengatakan pengembangan kawasan industri mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional. Menurutnya, kawasan industri menyediakan lokasi perusahaan, mendorong pusat ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung hilirisasi.

Hingga triwulan II 2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang menampung hampir 12 ribu tenan. Sepanjang tahun lalu, kawasan industri tersebut menarik investasi Rp6.744,58 triliun dan menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja.

Direktur Jenderal KPAII Tri Supondy mengatakan keikutsertaan lima pengelola kawasan industri mempercepat komunikasi bisnis dengan investor Eurasia. Menurutnya, investor dapat berdiskusi langsung memahami fasilitas, insentif, dan peluang kerja sama sesuai kebutuhan usahanya.

"Kami ingin mempermudah investor memperoleh informasi yang mereka butuhkan. Di INNOPROM, mereka dapat berdiskusi dengan pengelola kawasan industri, memahami fasilitas, insentif, serta peluang kerja sama usahanya," ujarnya.

Lima pengelola kawasan industri yang menjadi co-exhibitor pada INNOPROM 2026 meliputi KI Wiraraja Indonesia, PT Kawasan Industri Terpadu Batang (Persero), Bintan Industrial Estate, Kendal Industrial Park, dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI). Kelima pengelola tersebut mewakili berbagai keunggulan kawasan industri Indonesia.

Executive Director PT Kawasan Industri Terpadu Batang (Persero) Juliani Sari Kusumaningrum mengatakan investor mempertimbangkan kesiapan fasilitas pendukung operasional. Menurutnya, kawasan menyediakan lahan siap bangun, utilitas, insentif KEK, serta akses pelabuhan internasional bagi percepatan operasional perusahaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....