Kemenperin Pastikan Kesiapan Industri Susu Dukung MBG
- 25 Jan 2026 10:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan industri susu nasional siap mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, pemerintah memandang penguatan kapasitas produksi sebagai kunci pemenuhan pangan bergizi berkelanjutan.
Agus menambahkan industri pengolahan susu berperan strategis dalam rantai ketersediaan pangan nasional. Karena itu, pemerintah terus mendorong investasi dan kemitraan hulu untuk menjamin pasokan susu bergizi bagi masyarakat.
"Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG," ujarnya, Sabtu 24 Januari 2026. Baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku melalui kemitraan dengan peternak dalam negeri.
Salah satu perusahaan yang telah meningkatkan kapasitas produksi adalah PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Perseroan menanamkan investasi baru senilai Rp1,14 triliun untuk memperkuat pasokan MBG.
Ultrajaya mengoperasikan pabrik baru di Kawasan Industri MM 2100 Cibitung sejak 8 Desember 2025. Fasilitas tersebut dirancang khusus mendukung kebutuhan susu UHT program MBG nasional.
Pabrik baru Ultrajaya memiliki tiga lini produksi susu UHT kemasan 125 mililiter dan 200 mililiter. Perusahaan merencanakan penambahan lini produksi lanjutan pada Maret 2026 mendatang.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menyatakan pabrik Ultrajaya telah mengadopsi teknologi industri 4.0. Penerapan teknologi tersebut dinilai meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga mutu produk.
"Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi dan menghemat energi," ujarnya. Selain itu, dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk.
Ultrajaya melengkapi fasilitas produksi dengan fasilitas pengolahan limbah berbasis ultrafiltration. Sistem tersebut memungkinkan sebagian besar limbah cair didaur ulang kembali dalam proses produksi.
Dari sisi hulu, Ultrajaya mengelola dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatra Utara. Total populasi ternak mencapai sekitar 7.000 ekor sapi perah penghasil susu segar.
Perusahaan juga merencanakan penambahan investasi untuk 4.000 ekor sapi perah baru. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat pasokan bahan baku susu segar dalam negeri.
Ke depan Kemenperin akan mendorong peningkatan pemanfaatan susu segar domestik untuk memenuhi target MBG. Pemerintah juga mengajak Ultrajaya mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0.
Kemenperin juga telah menjalankan digitalisasi tempat penampungan susu guna menjaga kualitas dan kesegaran bahan baku. Pemerintah optimistis sinergi investasi dan teknologi memperkuat ketahanan pangan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....