Sebanyak 50 Hektar Sawah di Rejang Lebong Terancam Alih Fungsi
- 20 Apr 2026 15:12 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Rejang Lebong - Sekitar 50 hektare sawah di Kecamatan Sindang Beliti Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, kini berada dalam ancaman perubahan fungsi lahan. Hal ini terjadi karena pasokan air yang terganggu selama lebih dari setengah tahun terakhir.
Situasi tersebut mendorong sebagian petani beralih memanfaatkan lahannya untuk tanaman lain. Ada yang menanam kopi dan jagung, sementara sebagian lainnya memilih membiarkan lahan tidak terurus.
Permasalahan kekeringan ini disebabkan oleh kerusakan pada pintu air serta pendangkalan sungai di Desa Karang Pinang. Sungai tersebut sebelumnya menjadi sumber utama air irigasi bagi persawahan warga.
Kepala Balai Penyuluhan Pertanian SBU, Didi Darmadi, menyebutkan bahwa dampaknya dirasakan oleh sedikitnya empat desa. Desa-desa tersebut meliputi Tanjung Agung, Pangambang, Jabi, dan Tanjung Heran.
Ia menjelaskan bahwa sejak pertengahan 2025 hingga April 2026, sawah di wilayah itu tidak lagi menghasilkan. Kerusakan parah pada pintu air membuat fungsinya untuk mengatur aliran air tidak berjalan.
Selain itu, kondisi sungai di sekitar titik masuk irigasi juga semakin memburuk. Endapan batu besar dan kecil menghalangi aliran air menuju saluran irigasi.
Penumpukan batu di sekitar pintu air menyebabkan aliran air tersendat. Akibatnya, air tidak dapat mengalir dengan lancar ke area persawahan.
Warga bersama pihak BPP telah berusaha mengatasi masalah tersebut secara mandiri. Mereka melakukan gotong royong dengan membuat bendungan sementara dari bambu, rotan, dan batu, tetapi hasilnya belum memadai.
Upaya manual dinilai tidak cukup untuk mengatasi masalah ini. Diperlukan bantuan alat berat karena jumlah batu yang terlalu banyak.
Didi menyatakan bahwa laporan mengenai kondisi ini sudah berkali-kali disampaikan kepada instansi terkait. Laporan tersebut ditujukan ke Dinas Pertanian, Dinas PUPR, dan BPBD Kabupaten Rejang Lebong, baik secara langsung maupun tertulis.
Masalah yang berlarut-larut ini membuat sebagian petani mulai putus asa. Mereka tidak lagi yakin bisa kembali mengelola sawah seperti sebelumnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata. Langkah cepat diperlukan agar seluruh lahan sawah tidak hilang sepenuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....