Kabut Asap Selimuti Sejumlah Wilayah Bengkulu, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla

  • 27 Agt 2026 07:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kabut asap terlihat menyelimuti langit sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat berkaitan dengan munculnya titik panas dan meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Prakirawan BMKG Bengkulu, Evi Ismiazizah, mengatakan keberadaan kabut asap di Bengkulu telah terdeteksi melalui satelit Himawari pada kanal SM. Berdasarkan pemantauan, kabut asap terdeteksi di sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Kota Bengkulu, Lebong, Rejang Lebong, Bengkulu Tengah, hingga Bengkulu Utara.

Evi menjelaskan, pergerakan angin di wilayah Bengkulu saat ini berasal dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 5 hingga 10 knot. Kondisi tersebut membuat massa udara bergerak dari wilayah selatan menuju utara sehingga berpotensi membawa kabut asap ke sejumlah daerah.

Selain kabut asap, BMKG juga memantau kemunculan sejumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Bengkulu. Hingga pagi hari, terdeteksi 32 titik panas dalam kategori sedang dan satu titik panas dalam kategori tinggi di Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong.

Keberadaan titik panas tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki kondisi lahan kering. Titik panas dengan kategori tinggi berpotensi menjadi indikasi awal terjadinya kebakaran apabila terdapat sumber pemicu.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kemarau masih berlangsung. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Pemantauan terhadap kabut asap dan titik panas akan terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat di wilayah yang terdeteksi kabut asap juga diharapkan mengikuti perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta instansi terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....