Waspada Penyakit Panleukopenia Pada Kucing

  • 24 Jan 2026 08:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Panleukopenia merupakan salah satu penyakit akibat infeksi virus yang menyerang kucing. Panleukopenia disebabkan oleh feline parvovirus dan biasanya sering menyerang anak kucing serta kucing yang belum divaksin.

Panleukopenia adalah penyakit virus serius pada kucing yang meneyrang saluran pencernaan dan daya tahan tubuh. Virus ini membuat kucing menjadi sangat lemah dan mudah mengalami kondisi kritis.

Drh.Fadillah Asyiah R mengatakan kasus penyakit Panleukopenia pada kucing saat ini sedang meningkat. Bagi masyarakat yang memelihara kucing wajib mewasapadai penyakit Panleukopenia, hal ini dikarenakan penyakit ini sangat mudah menular ke sesama kucing dan bisa berbahaya apabila tidak ditangani.

“Ya saat ini lagi marak sekali kasus penyakit Panleukopenia, penyakit ini sangat berbahaya dan mematikan. Jadi para cat lovers harus waspada,” ungkapnya.

Berikut gejala penyakit Panleukopenia pada kucing :

1. Muntah berulang

2. Diare cair, berbau tajam dan bercampur darah

3. Badan sangat lemas

4. Kurang makan atau minum

5. Penurunan berat badan

6. Kurang aktif

Pada kasus yang parah, gejalanya bisa berupa memar pada kulit atau gusi dan pingsan. Kucing juga bisa mengalami dehidrasi karena tidak mau makan dan minum selama sakit.

“Jika tidak ditangani dengan cepat, kucing bisa meninggal dalam waktu yang singkat,” jelasnya.

Virus ini dapat bertahan hidup dengan baik di lingkungan apa pun selama bertahun-tahun. Maka itu, tidak mengherankan jika penyakit ini sangat mudah menular. Berikut ini cara penularan panleukopenia :

1. Kontak langsung

Kucing dapat terinfeksi oleh virus ini melalui kontak langsung dengan feses, urine, air liur atau muntahan kucing yang terinfeksi.

2. Kontak tidak langsung

Virus ini dapat bertahan hingga bertahun-tahun di lingkungan, sehingga anabul dapat terinfeksi tanpa pernah bersentuhan langsung dengan kucing lain yang terinfeksi. Kucing bisa tertular dari tempat tidur, kandang, kotak pasir, atau wadah makanan yang terkontaminasi virus.

Begitu masuk ke dalam tubuh kucing, biasanya virus dapat menyerang sumsum tulang dan usus kucing dalam dua hingga 7 hari setelah terpapar.

Drh. Fadillah Asyiah R menyebut tidak ada obat khusus untuk membunuh virus ini. Jika sudah muncul gejala segera lakukan hal- hal berikut :

1. Segera bawa kucing ke dokter hewan

2. Pisahkan kucing yang sakit dengan yang segat

3. Diberikan vaksin

4. Jika sudah ada salah satu kucing yang terkena virus, semua peralatan baik tempat makan maupun kandangnya dibersihkan dan disemprot dengan desinfektan

5. Jaga kebersiran kandang dan lingkungan

6. Buang barang-barang yang sudah kotor untuk menghindari risiko tertular virus atau bakteri.

“Kalau sudah ada gejala jangan tunggu sampai kondisi kucingnya parah. Secepat mungkin bawa ke dokter hewan agar mendapatkan perawatan intensif,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....