Kasus GHPR di Lebong Sudah Capai 93 Kasus
- 17 Jun 2026 17:20 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Lebong – Kasus gigitan hewan penular rabies atau GHPR di Kabupaten Lebong cukup tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, pada tahun 2026 ini terhitung dari bulan Januari 2026 hingga bulan Juni 2026 sudah ada 93 kasus gigitan hewan penular rabies yang terjadi.
Mayoritas kasus gigitan hewan penular rabies tersebut berasal dari gigitan hewan peliharaan yakni anjing. Di Indonesia selain anjing, kucing dan kera merupakan hewan yang berpotensi membawa virus rabies.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman mengatakan dari 93 kasus gigitan hewan penular rabies yang sudah terjadi ini, korbannya tidak ada yang positif rabies. Meskipun begitu, masyarakat diimbau untuk selalu wasapada karena rabies merupakan penyakit yang mematikan.
“Untuk kasus gigitan hewan penular rabies di Lebong sudah ada 93 kasus. Angka ini cukup tinggi dan masyarakat harus selalu mewaspadainya,” ujarnya.
Mengingat tingginya kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Lebong, Pemerintah Daerah setempat akan meningkatkan kewaspadaan. Yakni dengan memperkuat layanan kesehatan di Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong menyebut jika masyarakat menjadi koban gigitan hewan penular rabies tidak perlu langsung panik. Kerena masyarakat bisa melakukan melakukan pertolongan pertama secara mandiri.
Yakni dengan mencuci luka bekas gigitan menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit, kemudian berikan aniseptik pada bekar luka seperti obat merah atau sejenisnya. Setelah itu, segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penagnana medis.
“Layanan kesehatan di Puskesmas akan kita perkuat ya. Sehingga masyarakat mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat,” ucapnya.
Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin anti rabies di Puskesmas selalu tersedia. Vaksin anti rabies bisa didaptkan di Puskesmas yang telah ditunjuk sebagai Rabies Center dan vaksin ini diberikan gratis untuk masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....