Menggapai Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan

  • 10 Mar 2026 08:45 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Ramadan adalah bulan yang selalu dinanti umat Muslim di seluruh dunia, bulan yang penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan ini menjadi momen bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas ibadah. Namun, di antara seluruh rangkaian hari di bulan Ramadan, terdapat satu fase yang memiliki keistimewaan luar biasa, yakni sepuluh hari terakhir Ramadan.

Memasuki penghujung bulan suci ini, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah. Bukan tanpa alasan, sebab pada sepuluh malam terakhir inilah terdapat Lailatul Qadar, malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Pada fase inilah Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat kuat kepada umatnya. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW “mengencangkan ikat pinggangnya”, menghidupkan malam dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk turut beribadah.

Sejumlah amalan dianjurkan untuk dilakukan pada hari-hari terakhir Ramadan. Di antaranya adalah i’tikaf di masjid, memperpanjang shalat malam atau qiyamul lail, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, meningkatkan sedekah, serta memperbanyak doa, terutama pada malam-malam ganjil.

Ustad Sarkawi, yang biasa dikenal sebagai Ustad Arka, menjelaskan bahwa sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat menentukan bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah. Menurutnya, Rasulullah SAW memberikan contoh yang jelas tentang bagaimana seorang Muslim seharusnya memanfaatkan momentum ini.

Ustad Arka mengatakan, memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggangnya. Makna dari ungkapan tersebut adalah meningkatkan kesungguhan dalam beribadah serta mengurangi kesibukan duniawi yang tidak terlalu penting.

"Sepuluh hari terakhir ini menjadi kesempatan besar bagi umat Muslim untuk memperbanyak berbagai ibadah. Seperti i’tikaf di masjid, memperbanyak shalat tahajud, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa kepada Allah SWT," ujarnya.

Menurutnya, inilah momen penentu yang seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh setiap Muslim. Sebab, jika seseorang berhasil meraih Lailatul Qadar, maka nilai ibadah yang dilakukan pada malam tersebut akan setara dengan ibadah selama lebih dari seribu bulan atau sekitar delapan puluh tiga tahun.

Di Kota Bengkulu sendiri, semangat umat Muslim untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan terlihat cukup tinggi. Sejumlah masjid mulai ramai oleh jamaah yang ingin memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadan dengan beribadah.

Antusiasme ini juga dirasakan oleh masyarakat, salah satunya Atri, warga Kota Bengkulu. Ia mengaku berusaha lebih fokus beribadah selama Ramadan, terutama menjelang sepuluh hari terakhir.

Menurut Atri, Ramadan adalah kesempatan yang sangat berharga untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Ia berharap, dengan memperbanyak ibadah di bulan suci ini, dirinya dapat memperoleh keutamaan Ramadan serta mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Bagi banyak umat Muslim, Ramadan bukan sekadar menjalankan kewajiban berpuasa. Lebih dari itu, Ramadan adalah perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Sepuluh hari terakhir menjadi fase penutup yang menentukan. Seolah menjadi garis akhir dari sebuah perlombaan spiritual yang telah dijalani sejak awal Ramadan. Olehkarena itu, para ulama mengingatkan agar umat Islam tidak justru melemah di penghujung Ramadan, sebaliknya, semangat ibadah harus semakin ditingkatkan.

Memperbanyak doa juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada malam-malam terakhir Ramadan. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika mencari Lailatul Qadar adalah memohon ampunan kepada Allah SWT.

Doa tersebut mengandung makna yang sangat mendalam, yaitu harapan agar segala dosa yang telah dilakukan dapat diampuni oleh Allah SWT. Di tengah kesibukan kehidupan modern saat ini, meluangkan waktu untuk beribadah memang tidak selalu mudah, namun Ramadan mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri.

Sepuluh hari terakhir Ramadan menjadi pengingat bahwa waktu yang tersisa sangatlah berharga. Setiap malam yang berlalu bisa saja menjadi malam Lailatul Qadar.

Semangat inilah yang kini terasa di berbagai masjid di Bengkulu. Umat Muslim datang dengan harapan yang sama, yakni meraih keberkahan, ampunan, dan pahala yang berlipat ganda di penghujung bulan suci Ramadan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....