Kurma, Sajian Favorit Khas Ramadan yang Tak Bisa Ditinggalkan
- 03 Mar 2026 11:33 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Saat bulan suci Ramadan 2026, kurma menjadi salah satu buah yang banyak dicari masyarakat Kota Bengkulu. Buah bercita rasa manis ini kerap dikonsumsi sebagai menu berbuka puasa dan telah menjadi bagian dari kebiasaan tahunan masyarakat.
Di sejumlah pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern, berbagai jenis kurma mulai tersedia di lapak-lapak pedagang. Jenis yang dijual pun beragam, mulai dari kurma Mesir hingga Ajwa dan Medjool Palestina dengan harga yang menyesuaikan kualitas.
Harga kurma yang ditawarkan bervariasi tergantung pada jenis dan mutu produk. Kurma Mesir dijual dengan harga sekitar Rp45.000 per kilogram, sementara Ajwa Organik dan Medjool Palestina dibanderol mulai Rp250.000 hingga Rp275.000 per kilogram.
Aktivitas penjualan kurma di Kota Bengkulu mulai menunjukkan peningkatan saat bulan suci Ramadan. Rian, salah seorang pegawai toko, mengatakan permintaan kurma saat ini lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa.
Ia berharap momentum bulan suci Ramadan tahun ini dapat terus mendorong peningkatan penjualan hingga mendekati puncak puasa. “Kondisi penjualannya kalau menurut pribadi itu semenjak masuknya bulan puasa itu udah hampir naik lah, udah lumayan penjualannya,” ujar Rian, 2 Maret 2026.
Perbedaan antara kurma dengan harga terjangkau dan kurma premium dapat dilihat dari tingkat kelembapan serta cara penyimpanannya. Menurut Rian, kurma premium memerlukan penanganan khusus agar kualitasnya tetap terjaga.
Ia menjelaskan bahwa penyimpanan yang tepat dilakukan sejak dari gudang agar kurma tidak rusak akibat tekanan beban. “Sedangkan kita penyimpanannya itu sudah dirawat betul-betul dari gudangnya, jadi mulai dari di luar itu kan enggak ditimpa-timpa begitu banyak,” kata Rian.
Selain rasanya yang manis, kurma juga dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Buah ini dipercaya dapat membantu menambah energi, melancarkan pencernaan, serta menjaga daya tahan tubuh selama menjalani ibadah puasa.
Salah seorang pembeli kurma, Siti, mengatakan kurma tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena nilai religius dan manfaat kesehatannya. “Kalau kita lihat, tradisi makan kurma saat berbuka puasa itu karena sunnah Nabi Muhammad SAW, jadi sampai sekarang kita tetap mengikutinya, berbuka diawali dengan kurma lalu air putih, selain itu kurma juga punya kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh,” ujar Siti.
Kehadiran kurma saat bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Mulai dari pedagang kecil hingga distributor, penjualan kurma menjadi salah satu aktivitas ekonomi yang meningkat selama periode tersebut. (i.p)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....