Berikut Penyakit akibat Kekurangan Serat
- 31 Mar 2026 14:41 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kurang serat adalah kondisi ketika asupan serat dari makanan sehari-hari tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Kurang serta tidak hanya berdampak pada pencernaan, tetapi juga berpengaruh besar terhadap daya tahan tubuh.
Sekitar 70% sel sistem kekebalan tubuh berada di saluran pencernaan, sehingga jika kebutuhan serat tidak terpenuhi, sistem imun dan fungsi pencernaan bisa terganggu. Selain dari makanan, pemenuhan serat juga bisa dilakukan melalui suplemen serat.
Berikut penyakit yang disebabkan oleh kekurangan serat :
1. Sembelit
Gejala sembelit ditandai dengan tinja keras, kering, dan sulit buang air besar. Kondisi ini juga sering kali menyebabkan atau timbul sebagai efek dari hernia.
Jika Anda mengalami hal ini dan kurang dari tiga kali buang air besar dalam kurun waktu seminggu, Anda kemungkinan mengalami sembelit. Konsumsi makanan tinggi serat, disertai olahraga dan minum air putih yang cukup, agar buang air besar kembali lancar, serta gejala hernia berkurang.
2. Gula darah tidak stabil
Kebutuhan serat yang tidak terpenuhi dengan baik mungkin menyebabkan penderita diabetes sulit untuk mengendalikan gula darah. Namun, penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebelum mengganti jenis makanan atau pola makan.
3. Kenaikan berat badan
Serat akan membantu memenuhi rasa kenyang. Kurang serat pada makanan yang dikonsumsi dapat membuat seseorang makan melebihi yang dibutuhkan tubuh.
| Baca juga: Cegah Stunting Dengan Pola Asuh yang Baik |
4. Mudah lelah
Konsumsi makanan yang tinggi protein tanpa diimbangi dengan konsumsi serat yang cukup, dapat membuat Anda merasa lelah dan mual.
5. Peningkatan kadar kolesterol
Serat dapat mengurangi penyerapan kolesterol berlebih dalam usus, sehingga tubuh kemudian membuangnya. Kekurangan serat kemungkinan akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
6. Penyakit jantung
| Baca juga: Berikut 5 Jenis Buah Turunkan Kolesterol |
Sejumlah penelitian mengungkap, seseorang yang mengonsumsi makanan yang kaya akan serat cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung coroner.
7. Komplikasi jangka panjang pada diabetes
Bagi penderita diabetes, konsumsi makanan yang kaya akan kandungan serat tidak hanya mampu mengendalikan kadar gula darah, tetapi juga dapat mencegah komplikasi diabetes dalam jangka panjang. Pada seseorang yang tidak menderita diabetes, mengonsumsi makanan yang tinggi serat bisa mencegah terkena penyakit ini.
Terdapat perbedaan kebutuhan serat antar wanita dan pria, pada pria, setidaknya kebutuhan serat yang harus dipenuhi berkisar antara 30-38 gram sehari. Sedangkan wanita yang usianya berkisar antara 18 – 50 tahun, kebutuhan serat per hari yaitu sekitar 25 gram.
Sayangnya, kebutuhan serat ini kerap kali tak terpenuhi dengan baik, konsumsi serat rata-rata hanya sekitar 15 gram serat setiap harinya. Agar kebutuhan serat dapat terpenuhi, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi serat, seperti konyaku, Aneka kacang-kacangan (seperti kacang polong, kacang panjang, kecipir), Tepung gandum utuh, sayuran berdaun hijau, Wortel, labu, kentang, jagung.
Serta buah-buahan kaya serat seperti pir, stroberi, jeruk, kedondong, mangga, pisang, apel. Anda juga bisa menambahkan serat ke dalam menu harian, misalnya dengan menambahkan kacang atau biji rami ke salad atau yoghurt, mengganti camilan dengan polong-polongan atau sayuran segar, serta memilih buah yang bisa dimakan bersama kulitnya untuk tambahan serat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....