Waspada Kanker Usus: Kenali Penyebab dan Faktor Risiko Sejak Dini

  • 13 Feb 2026 13:30 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kanker usus besar atau kanker kolorektal kini menjadi salah satu jenis kanker dengan angka kasus tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Meski sering kali dikaitkan dengan faktor genetik, para ahli medis menekankan bahwa gaya hidup modern memegang peran krusial dalam memicu penyakit ini.

Berdasarkan riset kesehatan terkini, berikut adalah beberapa faktor utama yang menjadi penyebab dan pemicu meningkatnya risiko kanker usus:

1. Pola Makan Rendah Serat dan Tinggi Lemak

Konsumsi makanan olahan (seperti sosis dan daging asap) serta daging merah secara berlebihan tanpa dibarengi dengan serat dari sayur dan buah merupakan faktor risiko utama. Serat berfungsi untuk memperlancar pencernaan dan membantu membuang zat racun dari usus.

2. Gaya Hidup Sedenter (Kurang Gerak)

Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan metabolisme tubuh melambat. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang jarang berolahraga memiliki risiko lebih tinggi terkena polip usus, yang merupakan cikal bakal kanker.

3. Obesitas dan Kebiasaan Merokok

Kelebihan berat badan dapat memicu peradangan kronis di dalam tubuh, yang lama-kelamaan dapat merusak DNA sel di usus. Selain itu, zat kimia dalam rokok yang tertelan dapat mencapai saluran pencernaan dan merusak jaringan usus.

4. Faktor Usia dan Genetik

Meskipun tren saat ini menunjukkan peningkatan kasus pada usia muda, risiko kanker usus tetap meningkat secara signifikan setelah seseorang melewati usia 50 tahun. Riwayat keluarga dengan kanker usus juga menambah tingkat kerawanan seseorang.

Pesan Ahli: "Kanker usus sangat bisa dicegah melalui deteksi dini. Jika ditemukan pada tahap awal (polip), peluang kesembuhannya sangat tinggi sebelum berubah menjadi kanker yang ganas."

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan:

  • Perbanyak Konsumsi Serat: Minimal 25 - 30 gr sehari dari gandum, buah, dan sayur.
  • Rutin Berolahraga: Minimal 30 menit setiap hari.
  • Deteksi Dini: Lakukan pemeriksaan kolonoskopi secara berkala, terutama bagi yang berusia di atas 45 tahun atau memiliki riwayat keluarga.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....