Fenomena "Cincin Api" 17 Februari 2026

  • 06 Feb 2026 12:18 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Fenomena astronomi spektakuler, Gerhana Matahari Cincin (GMC), dijadwalkan akan kembali menyapa Bumi pada Selasa, 17 Februari 2026. Fenomena yang sering dijuluki sebagai "Ring of Fire" ini menjadi perbincangan hangat, namun para ahli astronomi memberikan catatan khusus bagi masyarakat di Indonesia.

Apa Itu Gerhana Matahari Cincin?

Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Bulan berada di titik terjauh dari Bumi (Apogee). Karena jaraknya yang jauh, piringan Bulan tampak lebih kecil dan tidak mampu menutupi seluruh piringan Matahari. Hasilnya, saat puncak gerhana, Matahari akan terlihat seperti cincin cahaya terang yang mengelilingi kegelapan Bulan.

Jadwal dan Fase Gerhana (Waktu Indonesia)

Mengutip EarthSky dan NASA secara global, rangkaian fenomena ini akan berlangsung dengan rincian waktu sebagai berikut (dalam WIB): Gerhana Sebagian Mulai: 16.56 WIB

  • Gerhana Cincin Mulai: 18.42 WIB
  • Puncak Gerhana: 19.12 WIB
  • Gerhana Cincin Berakhir: 19.41 WIB

Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?

Sayangnya, warga di tanah air tidak dapat menyaksikan fenomena ini secara langsung. Menurut data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BMKG, jalur "cincin api" kali ini hanya akan melintasi wilayah Antarktika dan sebagian Samudra Selatan.

Ada dua alasan utama mengapa Indonesia absen dari daftar wilayah pengamatan:

  1. Jalur Bayangan: Bayangan utama Bulan (antumbra) tidak melintasi ekuator, melainkan berada jauh di kutub selatan.
  2. Waktu Kejadian: Saat puncak gerhana terjadi (19.12 WIB), wilayah Indonesia sudah memasuki waktu malam hari dan Matahari telah terbenam.

Wilayah yang Bisa Melihat

Bagi pemburu gerhana dunia, wilayah yang paling ideal untuk melihat fase cincin adalah Antarktika. Sementara itu, fase Gerhana Matahari Sebagian masih bisa dinikmati di wilayah:

  • Afrika bagian Selatan (seperti Afrika Selatan dan Namibia).
  • Ujung selatan Amerika Selatan (Chile dan Argentina).
  • Samudra Hindia (Madagaskar dan Mauritius).

Solusi bagi Masyarakat Indonesia

Meski tidak bisa melihat langsung di langit Indonesia, Anda tetap bisa menyaksikan keajaiban alam ini melalui Live Streaming yang biasanya disediakan oleh NASA atau lembaga astronomi internasional lainnya.

Kabar baiknya, Indonesia masih akan kebagian jatah fenomena langit lainnya di tahun 2026, yaitu Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang dapat disaksikan dengan jelas dari berbagai wilayah Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....