Menyingkap Tabir Geologi: Apakah Greenland Pernah Dilanda Gempa Bumi?
- 24 Mar 2026 22:48 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Selama ini, Greenland lebih dikenal dengan hamparan gletser putihnya yang abadi dan suhu udara yang ekstrem. Namun, di balik ketenangan esnya, tersimpan aktivitas seismik yang mungkin jarang terdengar di telinga publik: Greenland ternyata sering mengalami gempa bumi.
Berbeda dengan wilayah "Cincin Api" seperti Indonesia yang sering diguncang gempa tektonik hebat akibat tabrakan lempeng, gempa di Greenland memiliki karakter yang unik.
Fenomena "Gempa Es" (Glacial Earthquakes)
Sebagian besar aktivitas seismik di Greenland tidak disebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik konvensional, melainkan oleh pergerakan es itu sendiri. Fenomena ini dikenal sebagai Glacial Earthquakes.
- Penyebab: Ketika gletser raksasa pecah atau meluncur menuju laut (proses yang disebut calving), tekanan besar dilepaskan ke kerak bumi di bawahnya.
- Kekuatan: Gempa ini bisa mencapai magnitudo 5,0 hingga 5,2, cukup kuat untuk dideteksi oleh sensor di seluruh dunia.
- Peningkatan Frekuensi: Para ilmuwan mencatat bahwa frekuensi gempa es ini meningkat drastis sejak awal tahun 2000-an, yang sering dikaitkan dengan percepatan pemanasan global.
Jejak Gempa Tektonik Masa Lalu
Meski jarang, Greenland tetap memiliki sejarah gempa tektonik murni. Karena letaknya yang berada di Lempeng Amerika Utara, sesekali terjadi pelepasan energi dari dalam kerak bumi.
Salah satu peristiwa yang tercatat dalam sejarah modern adalah gempa berkekuatan M 4,7 yang mengguncang dekat ibu kota Nuuk pada tahun 2020. Meskipun tidak menimbulkan kerusakan besar, guncangan tersebut cukup untuk mengejutkan warga setempat dan memicu diskusi mengenai kesiapsiagaan bencana di wilayah Arktik.
Mengapa Ini Penting?
Studi tentang gempa di Greenland bukan sekadar urusan geologi. Ini adalah "alarm" bagi iklim dunia. Setiap getaran besar yang tercatat dari pergerakan es memberikan data krusial bagi peneliti untuk menghitung seberapa cepat lapisan es mencair dan dampaknya terhadap kenaikan permukaan air laut global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....