Kasus ISPA Bengkalis Capai 28.241 hingga Agustus 2026

  • 08 Sep 2026 21:32 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Bengkalis tercatat mencapai 28.241 kasus sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ermanto, SKM, MKM, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Irawadi, SKM, MPH, mengatakan paparan asap dari kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu saluran pernapasan apabila terhirup dalam waktu lama.

Ia meminta masyarakat tidak menganggap kondisi udara yang buruk sebagai persoalan sepele.

“Kalau kualitas udara kurang baik, masyarakat kita imbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker,” imbau Irawadi.

Dari catatan Dinkes Bengkalis, Kecamatan Mandau menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus ISPA yang cukup tinggi. Pada Agustus 2026, tercatat sebanyak 1.112 kasus ISPA di wilayah tersebut.

Meski angka kasus tahun ini cukup besar, Dinkes belum menyimpulkan adanya peningkatan kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, secara kumulatif hingga Agustus 2025, jumlah kasus ISPA justru tercatat lebih tinggi, yakni mencapai 65.445 kasus.

Irawadi mengatakan masyarakat tetap perlu melakukan langkah pencegahan, terlebih ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap. Kelompok seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil dan masyarakat dengan penyakit tertentu dinilai perlu mendapat perhatian lebih.

Paparan asap dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari batuk, pilek, sakit tenggorokan, iritasi mata hingga sesak napas. Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker jika harus bepergian.

Selain membatasi paparan asap, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kondisi sirkulasi udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan dengan menyesuaikannya terhadap kualitas udara di luar.

Jika muncul keluhan seperti batuk atau sesak napas yang tidak membaik, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Dinkes Bengkalis juga mengajak masyarakat tidak hanya menjaga kesehatan saat kabut asap muncul, tetapi ikut mencegah sumber persoalannya dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Kewaspadaan terhadap ISPA dinilai penting karena kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Masyarakat diharapkan terus memantau kondisi udara dan mengurangi paparan asap sebagai langkah perlindungan diri dan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....