Antrean SPBU Bengkalis Mengular, Pertalite Eceran Langka

  • 04 Jul 2026 15:33 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bengkalis terus mengalami kepadatan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini diduga dipicu sulitnya masyarakat mendapatkan BBM jenis Pertalite di kios-kios pengecer, sehingga banyak warga beralih membeli langsung di SPBU.

Kepadatan antrean terlihat hampir setiap hari, terutama pada sore hari saat pasokan BBM tiba di SPBU. Salah satu titik antrean terpanjang terjadi di SPBU Jalan Bantan, Kecamatan Bengkalis.

Kondisi SPBU yang memiliki area terbatas menyebabkan antrean kendaraan roda dua mengular hingga ke badan jalan. Pada Sabtu, 4 Juli 2026 sore, puluhan sepeda motor tampak mengantre sejak sebelum SPBU mulai melayani pembeli.

Salah seorang warga Rimba Sekampung, Candra, mengaku telah mengantre selama sekitar satu jam untuk mendapatkan Pertalite.

"Saya mulai antre sekitar pukul 14.15 WIB. Waktu itu SPBU belum buka. Baru sekitar pukul 15.00 WIB lebih mulai melayani, sampai sekarang sudah satu jam lebih setelah buka saya belum juga masuk ke dalam SPBU," ujarnya.

Menurut Candra, sebelumnya ia lebih memilih membeli Pertalite di kios eceran karena lebih praktis meski harganya sedikit lebih mahal.

"Kalau di eceran harganya sekitar Rp12 ribu sampai Rp13 ribu per liter. Dekat rumah juga ada yang jual, jadi lebih mudah. Tapi sekarang Pertalite di eceran susah didapat," katanya.

Ia mengaku telah berkeliling mencari Pertalite di sejumlah kios, namun hampir semuanya kehabisan stok.

"Yang banyak tersedia sekarang justru Pertamax. Makanya terpaksa beli langsung di SPBU," tambahnya.

Hal senada disampaikan Wati, warga Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis. Ia mengatakan kelangkaan Pertalite di tingkat pengecer sudah dirasakan dalam beberapa pekan terakhir.

"Hampir semua kios eceran sering kosong Pertalite. Biasanya kami beli di eceran, sekarang harus ke SPBU," ungkapnya.

Meski jarak rumahnya tidak jauh dari SPBU, Wati mengaku selama ini lebih memilih membeli di kios eceran karena lebih praktis.

"Baru beberapa minggu ini kami rutin beli di SPBU karena eceran banyak yang kosong. Warga lain juga begitu, makanya antrean sekarang jauh lebih ramai," katanya.

Sementara itu, pengelola SPBU Jalan Bantan, Ujang, membenarkan adanya peningkatan jumlah konsumen dalam beberapa pekan terakhir.

"Beberapa pekan ini memang ramai. Bahkan siang sebelum SPBU buka, masyarakat sudah mulai mengantre di luar," jelasnya.

Meski terjadi lonjakan pembeli, Ujang memastikan pasokan Pertalite dari Pertamina ke SPBU masih dalam kondisi normal.

"Kalau pasokan masih seperti biasa. Setiap hari masuk tiga mobil tangki Pertalite dengan total sekitar 15 kiloliter. Yang berubah hanya jumlah masyarakat yang membeli, sekarang jauh lebih banyak dari biasanya," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....