Hanya 3 Kapal Beroperasi, Penyeberangan Roro Bengkalis Padat

  • 05 Jul 2026 15:45 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di Pelabuhan RoRo Air Putih Bengkalis dan Pelabuhan Sungai Selari, Kecamatan Bukit Batu, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat dan juga kendaraan pengangkut barang sembako dan barang-barang lainnya, sejak Jumat 3 Juli 2026 sore. Kepadatan dipicu oleh rusaknya dua armada kapal penyeberangan, meningkatnya mobilitas masyarakat karena berbagai kegiatan di Bengkalis, serta perpanjangan masa libur sekolah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Ardinsyah melalui Kepala Bidang Pelayaran, Edi Kurniawan, mengatakan pada Minggu, 5 Juli 2026, saat ini hanya tiga armada yang dapat melayani penyeberangan, yakni KMP Swarna Putri, KMP Permata Lestari 3, dan KMP Mutiara Pertiwi.

"Pada Jumat sore sempat terjadi tiga kapal mengalami gangguan sehingga hanya dua kapal yang beroperasi. Namun satu kapal berhasil diperbaiki dalam waktu singkat sehingga kembali beroperasi. Saat ini kapal yang masih mengalami kerusakan adalah KMP Bahari dan KMP Sereia Domar," ujar Edi.

Menurutnya, dengan hanya tiga armada yang beroperasi, waktu tunggu penyeberangan diperkirakan mencapai sekitar enam jam. Kondisi tersebut terjadi baik di Pelabuhan Air Putih maupun Pelabuhan Sungai Selari.

"Dengan tiga armada yang beroperasi, antrean memang lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Untuk hari ini kami memperkirakan waktu tunggu bisa mencapai enam jam," katanya.

Edi menjelaskan, proses perbaikan KMP Sereia Domar masih belum dapat dipastikan selesai. Meski suku cadang telah tersedia dan sempat dipasang, hasil uji coba masih belum berhasil.

Sementara itu, KMP Bahari diperkirakan membutuhkan waktu perbaikan sekitar tiga hingga empat hari. Namun, estimasi tersebut juga belum bisa dipastikan karena kerusakan terjadi pada mesin utama dan suku cadang yang dibutuhkan masih belum tersedia.

"Sereia Domar sudah sempat dilakukan pemasangan suku cadang, tetapi saat diuji coba kembali mengalami kendala. Sedangkan Bahari mengalami kerusakan pada mesin utama sehingga membutuhkan waktu perbaikan sekitar tiga sampai empat hari, bahkan bisa lebih lama karena suku cadangnya belum tersedia," jelasnya.

Sebelum dua kapal tersebut mengalami kerusakan, Dishub bersama operator sempat mengoperasikan lima armada pada Jumat untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dari kedua sisi penyeberangan.

"Pada Jumat pagi hingga siang kami sempat mengoperasikan lima kapal agar pelayanan lebih cepat. Namun pada sore harinya Bahari dan Sereia Domar mengalami kerusakan sehingga langsung keluar dari lintasan. Syukurlah pada Sabtu pagi KMP Mutiara Pertiwi yang sempat mengalami gangguan ringan sudah kembali beroperasi," ungkap Edi.

Akibat keterbatasan armada, antrean kendaraan terus terjadi. Pada Sabtu malam, tercatat sekitar 130 kendaraan masih mengantre di Pelabuhan Air Putih, sedangkan di Pelabuhan Sungai Selari masih terdapat sekitar 50 kendaraan yang belum dapat diseberangkan.

Tampak antrean di terminal pelabuhan Sei Selari Sei Pakning pada Minggu (5/7). (Foto CCTV Pemkab Bengkalis)

Dishub belum dapat memastikan kapan kedua kapal yang rusak tersebut dapat kembali beroperasi. Meski demikian, pihaknya berharap operator kapal dapat segera menyelesaikan proses perbaikan mengingat arus penyeberangan masih sangat padat.

"Kami berharap pihak perusahaan pemilik kapal dapat mempercepat perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal, karena arus kendaraan dari dan menuju Pulau Bengkalis masih cukup tinggi," ujarnya.

Edi menambahkan, keputusan penambahan trip sepenuhnya berada di tangan masing-masing operator kapal. Dishub hanya melakukan pengaturan lalu lintas penyeberangan dan tidak memiliki kewenangan menentukan jumlah perjalanan kapal.

Dalam kesempatan itu, Dishub Bengkalis juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan atas ketidaknyamanan yang terjadi.

"Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat pengguna jasa RoRo Air Putih dan Sungai Selari. Kepadatan ini dipicu meningkatnya jumlah penumpang saat libur sekolah dan berbagai kegiatan di Bengkalis, sementara dua kapal mengalami kerusakan sehingga pelayanan belum dapat maksimal," kata Edi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib mengikuti antrean dan tidak melakukan upaya menerobos barisan kendaraan karena dapat mengganggu keamanan dan kelancaran operasional pelabuhan.

"Kami mengharapkan masyarakat tetap tertib dan tidak menerobos antrean. Prioritas hanya diberikan kepada warga yang sakit, mengalami musibah keluarga, atau kondisi darurat lainnya. Selain itu, seluruh pengguna jasa diminta mengikuti antrean sesuai ketentuan," tegasnya.

Edi turut menyinggung insiden yang sempat terjadi beberapa waktu lalu terkait pengendara sepeda motor yang memanfaatkan alasan mengantar atau menjemput penumpang untuk masuk ke area dermaga, namun kemudian ikut menyeberang tanpa mengikuti antrean.

"Permasalahan itu sudah diselesaikan. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi karena dapat menyulitkan petugas dalam mengatur arus penyeberangan dan menimbulkan kecemburuan di tengah masyarakat," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....