KMP Mutiara Pertiwi Docking, Tiga Kapal Layani Rute RoRo Bengkalis

  • 08 Jul 2026 12:50 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Layanan penyeberangan RoRo lintasan Air Putih Bengkalis–Sei Selari, Kecamatan Bukit Batu, mulai Rabu, 8 Juli 2026 kembali dilayani oleh tiga armada. Ketiga kapal yang melayani penyeberangan tersebut yakni KMP Swarna Putri, KMP Sereia Domar, dan KMP Permata Lestari 3.

Sementara itu, satu armada lainnya, KMP Mutiara Pertiwi, untuk sementara tidak beroperasi karena memasuki masa docking atau perawatan rutin.

Untuk penyeberangan yang sempat terjadi antrean pada pekan lalu sudah terurai setelah kapal Domar masuk lintasan pada Selasa kemarin dan tidak ada Kenderaan yang tersisa.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Ardiansyah melalui Kepala Bidang Pelayaran, Edi Kurniawan, mengatakan KMP Mutiara Pertiwi mulai hari ini resmi keluar dari lintasan penyeberangan dan saat ini telah bersandar di Pelabuhan Barang milik PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ).

"Mulai hari ini KMP Mutiara Pertiwi sudah tidak berada di lintasan. Saat ini kapal sedang sandar di Pelabuhan Barang PT BLJ dan menunggu air pasang untuk diberangkatkan menuju lokasi docking di Kecamatan Siak Kecil," ujar Edi.

Dengan berkurangnya satu armada, lanjut Edi, pelayanan penyeberangan akan dimaksimalkan oleh tiga kapal yang masih beroperasi. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi aturan antrean demi menjaga kelancaran dan keamanan selama proses penyeberangan.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan agar tetap mengikuti aturan, tertib mengantre, serta saling memahami kondisi yang ada. Dengan kerja sama masyarakat, pelayanan dapat tetap berjalan dengan lancar," katanya.

Di sisi lain, jumlah armada yang beroperasi belum dapat kembali bertambah karena KMP Bahari Nusantara masih mengalami kerusakan dan belum dapat dipastikan kapan kembali melayani penyeberangan.

Manager Operasional PT Jembatan Nusantara, Muhammad Irfandi, membenarkan bahwa kapal tersebut masih menjalani proses perbaikan akibat kerusakan pada mesin utama.

"Kerusakan terjadi pada bagian mesin utama sehingga kapal belum dapat beroperasi sejak pekan lalu. Saat ini kami sudah memesan komponen yang diperlukan beserta teknisi untuk melakukan perbaikan, dan keduanya masih dalam proses pengiriman," jelas Irfandi.

Menurutnya, apabila suku cadang dan teknisi telah tiba di Bengkalis, proses perbaikan diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar dua hari.

"Jika seluruh peralatan dan teknisi sudah sampai, estimasi pengerjaan sekitar dua hari. Kami berharap prosesnya berjalan lancar sehingga KMP Bahari Nusantara bisa segera kembali beroperasi dan melayani masyarakat," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....