Puting Beliung Hantam Sekolah dan Rumah Warga di Api-Api, Kerugian Rp5 Miliar
- 07 Jun 2026 17:23 WIB
- Bengkalis
RRI CO ID, Bengkalis - Bencana alam angin puting beliung menerjang Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Minggu, 7 Juni 2026 pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB itu menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas pendidikan dan rumah warga dengan total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, angin kencang yang bergerak dari arah laut menuju daratan disertai awan gelap pekat berkembang menjadi pusaran puting beliung. Angin kemudian melintasi kawasan SMP Negeri 1 Bandar Laksamana, TK Negeri 1 Bandar Laksamana, serta permukiman warga di sekitar lokasi.

Kerusakan terparah terjadi di SMP Negeri 1 Bandar Laksamana. Sedikitnya tiga gedung belajar yang terdiri dari sembilan ruang kelas mengalami kerusakan berat. Selain itu, laboratorium IPA, gudang, perpustakaan, ruang baca, rumah dinas guru, mushala, ruang kepala sekolah, dan ruang guru juga terdampak. Kerugian akibat kerusakan fasilitas pendidikan tersebut diperkirakan mencapai Rp5 miliar.
Sementara itu, TK Negeri 1 Bandar Laksamana mengalami kerusakan pada satu gedung belajar yang terdiri dari dua ruang kelas dengan estimasi kerugian sekitar Rp30 juta. Selain fasilitas pendidikan, tiga unit rumah warga turut mengalami kerusakan akibat terjangan angin dan material bangunan yang beterbangan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, seorang warga bernama Ruziana dilaporkan mengalami luka sayat pada bagian jari akibat terkena serpihan seng yang terbawa angin saat kejadian berlangsung.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kasi Humas Polres Bengkalis Aipda Juliandi Bazrah, mengatakan pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat dalam penanganan pascabencana.

"Atas arahan Kapolres Bengkalis, Kapolsek Bukit Batu bersama Bhabinkamtibmas terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif pascabencana. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil atau memanfaatkan barang inventaris milik sekolah yang terdampak bencana," ujar Juliandi.
Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di lokasi juga bertujuan untuk membantu menjaga aset sekolah sekaligus mencegah terjadinya gangguan kamtibmas selama proses pembersihan dan pendataan kerusakan berlangsung.
"Selain melakukan pengamanan, personel Polsek Bukit Batu turut membantu membersihkan material seng dan puing-puing yang berserakan di badan jalan untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas maupun gangguan keamanan lainnya," tambahnya.
Hingga Minggu siang, masyarakat, pelajar, perangkat desa, dan aparat keamanan masih bergotong royong membersihkan sisa-sisa kerusakan akibat bencana. Cuaca di lokasi masih diwarnai hujan dan angin, namun aktivitas penanganan darurat tetap berjalan.
"Kami mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang bersama-sama membantu proses pembersihan. Polres Bengkalis akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan serta mendukung langkah-langkah penanganan pascabencana," tutup Juliandi.
Saat ini, pemerintah setempat masih melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan, sementara warga diimbau tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....