Puting Beliung Porak-Porandakan SMPN 1 Banlak, Pemda dan DPRD Bergerak Cepat
- 11 Jun 2026 16:25 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Kerusakan parah yang dialami SMP Negeri 1 Bandar Laksamana akibat diterjang angin puting beliung mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Bengkalis. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Ahmad Husein, menegaskan pihaknya bersama pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan proses pemulihan dan renovasi sekolah dapat segera dilaksanakan.
Menurut Ahmad Husein, setelah menerima informasi terkait bencana yang memporak-porandakan bangunan sekolah tersebut, Komisi IV DPRD Bengkalis langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) guna mencari solusi pendanaan perbaikan.
"Begitu kami mendapatkan informasi terkait musibah angin puting beliung yang merusak SMPN 1 Bandar Laksamana, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Mengingat kondisi keuangan daerah saat ini cukup terbatas, kami juga melakukan komunikasi dengan BPKAD untuk mencari kemungkinan pergeseran anggaran guna mendukung perbaikan sekolah tersebut," ujar Ahmad Husein, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menjelaskan, hasil komunikasi dengan BPKAD menunjukkan adanya komitmen dari pemerintah daerah untuk menganggarkan kebutuhan renovasi sekolah yang terdampak.
"Hasil komunikasi kami dengan BPKAD cukup positif. Mereka telah menyatakan kesiapan untuk menganggarkan perbaikan sekolah ini. Karena itu, kami meminta Dinas Pendidikan bersama tim teknis segera turun ke lapangan untuk menghitung secara rinci tingkat kerusakan dan kebutuhan anggaran yang diperlukan," kata Sekretaris partai Nasdem ini.
Selain membahas aspek perbaikan fisik bangunan, DPRD juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar para siswa, terutama karena kejadian tersebut bertepatan dengan agenda pendidikan yang sedang berjalan.
"Pada hari yang sama kami juga mengevaluasi bagaimana proses belajar anak-anak, termasuk pelaksanaan ujian dan kegiatan belajar mengajar ke depan. Alhamdulillah telah ditemukan solusi sementara dengan memanfaatkan sekolah terdekat agar aktivitas pendidikan tetap berjalan," ungkapnya.
Saat ini, tim teknis dari pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan penghitungan kebutuhan anggaran renovasi. Ahmad Husein menyebutkan kerusakan yang terjadi tergolong berat karena tidak hanya ruang kelas yang terdampak, tetapi juga sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
"Kerusakan sekolah ini cukup serius. Hampir seluruh ruang kelas mengalami kerusakan. Selain itu, mushala, toilet, hingga genset sekolah juga mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Karena itu, kami masih menunggu hasil penghitungan tim untuk mengetahui total anggaran yang dibutuhkan," jelasnya.
Ia menambahkan, Bupati Bengkalis juga memberikan perhatian penuh terhadap penanganan pascabencana tersebut dan meminta seluruh pihak terkait bergerak cepat.
"Ibu Bupati saat meninjau lokasi juga menegaskan agar penanganan dilakukan secepat mungkin. Pemerintah daerah bersama DPRD memiliki komitmen yang sama untuk mempercepat proses pemulihan meskipun kondisi keuangan daerah saat ini belum sepenuhnya stabil," ujarnya.
Ahmad Husein juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk TNI, Polri, pemerintah desa, serta warga sekitar untuk terus bergotong royong membantu proses pembersihan dan pemulihan lingkungan sekolah.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama bergotong royong membantu sekolah ini. Terima kasih kepada TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh instansi yang telah bergerak cepat membantu penanganan pascabencana," katanya.
DPRD Bengkalis menargetkan proses renovasi SMP Negeri 1 Bandar Laksamana dapat dituntaskan dalam tahun 2026 agar para siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman di sekolah mereka.
"Target kami perbaikan sekolah ini bisa diselesaikan pada tahun 2026. Namun di sisi lain, kami juga akan menyampaikan laporan ke pemerintah pusat. Kami berharap adanya bantuan dari pusat untuk meringankan beban daerah, mengingat kerusakan terjadi akibat bencana alam dan kondisi keuangan daerah saat ini masih memerlukan dukungan," tutur Ahmad Husein.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....