Bubur Ase, Kuliner Legendaris Betawi yang Kaya Rasa

  • 02 Sep 2026 13:17 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Bubur Ase merupakan salah satu kuliner legendaris masyarakat Betawi yang kini semakin jarang ditemukan. Hidangan ini dikenal berasal dari kawasan Betawi Tengah atau Betawi Kota, di antaranya Tanah Abang dan Kwitang, Jakarta.

Nama “Ase” merujuk pada dua komponen utama yang menjadi ciri khas hidangan ini, yakni asinan dan semur. Perpaduan keduanya membuat Bubur Ase berbeda dari bubur pada umumnya.

Jika bubur ayam identik dengan cita rasa gurih dan kuah kuning, Bubur Ase menawarkan perpaduan rasa yang lebih beragam. Dalam satu mangkuk, terdapat rasa manis dari semur, asam dari asinan, gurih dari bubur dan pelengkap, serta sensasi pedas dari bumbu semur.

Dikutip dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia.Keunikan Bubur Ase menjadi bagian dari kekayaan kuliner Betawi. Namun, keberadaannya kini semakin langka sehingga perlu terus diperkenalkan dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan kuliner masyarakat Betawi.

Bubur Ase juga telah tercatat sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Keberadaannya tidak hanya mencerminkan kekayaan cita rasa, tetapi juga perjalanan tradisi kuliner masyarakat Betawi dari generasi ke generasi.

Resep Bubur Ase

Untuk membuat Bubur Ase, terdapat tiga komponen utama yang perlu disiapkan, yaitu bubur, semur Betawi, dan asinan Betawi. Ketiganya kemudian disatukan saat penyajian.

Bahan Bubur

  • 250 gram beras
  • 1,5 liter air, dapat disesuaikan
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai, dimemarkan
  • 100 mililiter santan
  • Garam secukupnya
  • Kaldu ayam secukupnya

Bahan Semur Betawi

  • 500 gram sandung lamur
  • 500 mililiter air atau secukupnya
  • 4-5 sendok makan kecap manis
  • Garam secukupnya
  • 3 butir cengkeh
  • Minyak untuk menumis

Bumbu halus:

  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1 sendok teh ketumbar sangrai
  • ½ sendok teh lada
  • ½ butir pala
  • 3 buah cabai merah
  • 2 ruas jahe

Bahan Asinan Betawi

  • 1 buah wortel
  • 1 buah lobak atau daikon
  • 1 buah mentimun
  • 100 gram kol
  • 2-3 sendok makan cuka
  • 2 sendok makan gula aren
  • Garam secukupnya

Pelengkap

  • Kacang tanah goreng
  • Bawang goreng
  • Kucai atau daun bawang Cina, cincang halus
  • Daun bawang, cincang
  • Emping
  • Kerupuk merah

Cara Membuat

1. Membuat bubur

Cuci beras hingga bersih, kemudian rendam selama kurang lebih 12 jam. Tiriskan.

Masukkan beras dan air ke dalam panci. Tambahkan daun salam dan serai, kemudian masak dengan api sedang sambil sesekali diaduk hingga beras pecah dan teksturnya berubah menjadi bubur.

Setelah bubur mulai mengental, masukkan santan, garam, dan kaldu ayam. Aduk rata dan masak dengan api kecil hingga bubur benar-benar lembut dan matang. Angkat dan sisihkan.

2. Membuat semur Betawi

Rebus sandung lamur bersama air hingga daging empuk. Angkat daging, kemudian potong sesuai selera. Simpan air rebusannya untuk digunakan sebagai kuah semur.

Jika menggunakan kentang sebagai tambahan semur, kupas dan potong dadu, kemudian goreng hingga matang dan berwarna kecokelatan. Sisihkan.

Haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, lada, pala, cabai merah, dan jahe.

Panaskan sedikit minyak, kemudian tumis bumbu halus hingga harum dan matang.

Tuangkan kaldu daging, kemudian tambahkan kecap manis, garam, dan cengkeh. Aduk hingga rata.

Masukkan potongan daging dan kentang. Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan kuah semur menjadi lebih pekat. Koreksi rasa, lalu angkat.

3. Membuat asinan Betawi

Cuci seluruh sayuran hingga bersih. Potong atau serut wortel dan lobak memanjang.

Belah mentimun, buang bagian bijinya, kemudian potong memanjang. Iris kol tipis-tipis.

Campurkan seluruh sayuran dalam wadah.

Di wadah terpisah, campurkan cuka, gula aren, dan garam. Aduk hingga gula larut.

Tuangkan campuran tersebut ke dalam sayuran, kemudian aduk hingga rata. Diamkan sekitar 30 menit agar bumbu meresap.

Cara Penyajian

Tuangkan bubur ke dalam mangkuk. Tambahkan semur Betawi di atasnya, kemudian lengkapi dengan asinan.

Taburkan kacang tanah goreng, bawang goreng, kucai atau daun bawang, lalu tambahkan emping dan kerupuk merah.

Bubur Ase siap disajikan.

Perpaduan bubur yang lembut, semur yang manis dan gurih, serta asinan yang segar dan asam menjadikan Bubur Ase memiliki karakter rasa yang khas.

Di tengah semakin langkanya kuliner tradisional, Bubur Ase menjadi salah satu warisan kuliner Betawi yang menarik untuk terus dikenalkan. Tidak sekadar makanan, hidangan ini juga menjadi bagian dari identitas dan cerita masyarakat Betawi yang patut dijaga keberadaannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....