Bong Li Piang, Kue Pia Nanas Khas Bangka Sarat Akulturasi

  • 05 Jun 2026 17:24 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Tidak hanya makanan berat, Indonesia juga memiliki ragam kue tradisional yang kaya cita rasa dan sarat nilai budaya. Mulai dari kue basah, camilan, hingga hidangan penutup tradisional, semuanya memiliki ciri khas yang berbeda di setiap daerah.

Kue-kue tersebut bahkan kerap dijadikan oleh-oleh atau buah tangan bagi para pelancong yang berkunjung ke suatu wilayah. Jika berbicara tentang kue kering khas Nusantara, masyarakat tentu mengenal bakpia dari Yogyakarta, sapik dari Minangkabau, biji ketapang dari Betawi, baruasa dari Makassar, hingga sagu kenari dari Maluku. Namun, ada pula kue tradisional khas Bangka yang namanya belum banyak dikenal, yakni bong li piang.

Dikutip dari Indonesia kaya, Bong li piang merupakan kue kering khas Pulau Bangka yang lahir dari perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa. Keberagaman masyarakat Bangka Belitung yang terdiri atas berbagai suku, seperti Melayu dan Hakka, turut memengaruhi kekayaan kuliner daerah tersebut. Akulturasi budaya itu kemudian melahirkan berbagai hidangan khas, termasuk bong li piang.

Dari namanya, kue ini sudah menunjukkan jejak budaya Tionghoa yang kuat. Dalam bahasa Hakka, “bong li” berarti nanas, sedangkan “piang” berarti kue. Sesuai namanya, bong li piang merupakan kue berisi selai nanas dengan cita rasa manis dan gurih.

Kue ini memiliki tekstur lembut dengan bentuk menyerupai bantal kecil. Di bagian dalamnya terdapat isian selai nanas yang memberikan rasa segar dan manis yang khas. Perpaduan rasa tersebut membuat bong li piang terasa ringan dan nyaman di lidah.

Bong li piang pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat Hakka yang bermigrasi ke Pulau Bangka dari Tiongkok. Seiring waktu, masyarakat Hakka berbaur dengan penduduk lokal dan membentuk kehidupan sosial serta budaya yang harmonis. Perpaduan budaya tersebut kemudian tercermin dalam berbagai tradisi kuliner, salah satunya melalui kue bong li piang.

Selain dikenal sebagai bong li piang, masyarakat juga menyebutnya sebagai pia nanas khas Bangka. Rasanya yang sederhana namun pas membuat kue ini cocok disantap bersama secangkir kopi atau teh hangat. Tidak heran jika bong li piang menjadi salah satu kudapan favorit masyarakat setempat.

Pembuatan bong li piang tergolong sederhana dengan bahan yang mudah ditemukan. Adonan kulit biasanya dibuat dari campuran tepung terigu, santan kelapa, dan gula aren. Beberapa resep modern juga menggunakan margarin atau mentega untuk memberikan tekstur berbeda.

Bong li piang yang menggunakan santan kelapa umumnya memiliki cita rasa lebih gurih dan aroma yang khas. Setelah adonan kalis, bagian tengahnya diisi dengan selai nanas, lalu dicetak menggunakan cetakan kayu tradisional sebelum dipanggang hingga matang.

Saat ini, bong li piang mudah ditemukan di berbagai toko oleh-oleh di Bangka Belitung. Harganya yang relatif terjangkau membuat kue ini banyak diminati wisatawan maupun pencinta kuliner tradisional. Salah satu sentra produksi bong li piang berada di Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.

Lebih dari sekadar camilan, bong li piang menjadi simbol pertemuan budaya yang menghasilkan kekayaan rasa khas Nusantara. Kue tradisional ini tidak hanya menghadirkan kelezatan, tetapi juga menyimpan cerita tentang perjalanan budaya dan warisan masyarakat Pulau Bangka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....