Tempe Benguk Santan Khas Kulon Progo, Gurih dan Sarat Cita Rasa

  • 10 Agt 2026 15:46 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Tempe benguk santan atau yang dikenal sebagai besengek tempe benguk merupakan salah satu kuliner tradisional khas Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbeda dari tempe pada umumnya yang dibuat dari kedelai, tempe benguk menggunakan kacang koro benguk (Mucuna pruriens) sebagai bahan utamanya.

Tempe dari kacang koro benguk memiliki tekstur yang lebih padat dan cita rasa khas. Dalam olahannya, tempe benguk dimasak menggunakan santan dan aneka rempah dengan api kecil hingga bumbu meresap dan kuah mengental.

Besengek tempe benguk memiliki cita rasa gurih dengan sedikit sentuhan manis serta aroma rempah yang kuat. Hidangan ini biasanya disantap bersama nasi putih atau geblek, terutama saat masih hangat.

Tempe benguk merupakan pangan tradisional yang dibuat melalui proses fermentasi biji kacang koro benguk. Ukuran bijinya lebih besar dibandingkan kedelai, dengan warna yang dapat berkisar dari abu-abu hingga kehitaman.

Kuliner ini telah lama dikenal masyarakat Kulon Progo dan juga dapat ditemukan di sejumlah daerah lain, termasuk Wonogiri, Jawa Tengah. Koro benguk dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pangan alternatif dan dapat diolah menjadi berbagai makanan, salah satunya tempe.

Namun, biji koro benguk mentah mengandung senyawa alami yang perlu dikurangi melalui proses pengolahan yang tepat. Secara tradisional, biji koro benguk melalui tahapan seperti perendaman dan perebusan sebelum difermentasi menjadi tempe.

Karena itu, untuk membuat besengek, sebaiknya gunakan tempe benguk yang telah diproduksi dan difermentasi dengan baik oleh perajin. Tempe kemudian dapat diolah kembali sesuai resep agar aman dan menghasilkan cita rasa yang nikmat. Dikutip dari Fimela berikut cara membuat nya:

Resep Tempe Benguk Santan

Bahan-bahan

  • 250 gram tempe benguk, potong sesuai selera
  • 100 mililiter santan kental
  • 750 mililiter santan encer
  • 50 gram cabai hijau, iris serong
  • 50 gram daun melinjo, jika suka
  • Minyak goreng secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Gula merah secukupnya

Bumbu halus

  • 5 siung bawang putih
  • 6 butir bawang merah
  • 1 sendok teh ketumbar
  • 5 butir kemiri

Bumbu aromatik

  • 2 lembar daun salam
  • 2 ruas lengkuas, memarkan
  • Daun jeruk purut secukupnya, jika suka
  • 1 batang serai, memarkan, jika suka

Cara Membuat

  1. Rebus tempe benguk. Masukkan tempe benguk ke dalam panci berisi air, kemudian rebus selama sekitar 10–15 menit. Perebusan dapat membantu mengurangi aroma khas tempe benguk. Setelah itu, buang air rebusan, bilas tempe, dan tiriskan.
  2. Haluskan bumbu. Haluskan bawang putih, bawang merah, ketumbar, dan kemiri menggunakan ulekan atau blender hingga lembut.
  3. Tumis bumbu. Panaskan sedikit minyak, kemudian tumis bumbu halus bersama daun salam dan lengkuas. Tambahkan daun jeruk dan serai jika digunakan. Tumis hingga harum dan bumbu matang.
  4. Masukkan tempe. Masukkan tempe benguk ke dalam tumisan. Aduk perlahan hingga bumbu merata dan melapisi permukaan tempe.
  5. Tuangkan santan encer. Masukkan santan encer, kemudian tambahkan garam dan gula merah secukupnya. Masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk agar santan tidak pecah.
  6. Masak hingga bumbu meresap. Lanjutkan memasak selama sekitar 30–45 menit atau hingga santan menyusut, tempe menjadi lebih empuk, dan bumbu meresap. Gunakan api kecil agar hasil masakan lebih merata.
  7. Tambahkan santan kental. Setelah kuah mulai menyusut, tuangkan santan kental. Aduk perlahan dan masak hingga kuah kembali mendidih serta mengental.
  8. Masukkan cabai dan daun melinjo. Tambahkan irisan cabai hijau dan daun melinjo menjelang akhir proses memasak. Aduk hingga keduanya layu.
  9. Koreksi rasa. Cicipi masakan. Tambahkan garam atau gula merah sesuai selera. Besengek tempe benguk umumnya memiliki cita rasa gurih dengan sedikit rasa manis.
  10. Sajikan. Angkat besengek tempe benguk dan sajikan selagi hangat. Hidangan ini nikmat disantap bersama nasi putih atau geblek.

Besengek tempe benguk tidak hanya menawarkan cita rasa yang khas, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Kulon Progo. Mengenal dan mengolah kembali makanan seperti ini dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keberadaan kuliner warisan daerah agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....