Ikan Ceng Cuan, Kuliner Peranakan Tionghoa Khas Tangerang

  • 08 Agt 2026 15:45 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kota Tangerang memiliki kekayaan kuliner yang tidak lepas dari perjalanan sejarah dan keberagaman masyarakatnya. Salah satunya adalah ikan ceng cuan, hidangan khas Peranakan Tionghoa yang masih dikenal dan dinikmati hingga kini.

Pada masa lalu, Tangerang dikenal dengan sebutan Benteng. Nama tersebut merujuk pada benteng besar yang dibangun Belanda di tepi Sungai Cisadane. Benteng itu berfungsi sebagai pos pengintaian untuk mengamankan Batavia dari serangan pasukan Kesultanan Banten.

Istilah Cina Benteng kemudian digunakan untuk menyebut masyarakat keturunan Tionghoa yang tinggal di kawasan Benteng dan sekitarnya. Kehadiran masyarakat Tionghoa di wilayah Tangerang sendiri telah berlangsung sejak berabad-abad lalu. Para perantau asal Hokkian bermukim di sekitar muara Sungai Cisadane, kawasan yang hingga kini dikenal sebagai Teluk Naga.

Perjalanan panjang tersebut turut melahirkan perpaduan budaya, termasuk dalam bidang kuliner. Salah satu warisan kuliner yang masih bertahan adalah ikan ceng cuan.

Tidak banyak yang mengetahui secara pasti arti istilah ceng cuan. Namun, bagi masyarakat keturunan Tionghoa di Tangerang, hidangan ini dikenal sebagai masakan rumahan yang biasa disantap sehari-hari, bukan hanya disajikan dalam acara khusus.

Ikan yang digunakan untuk membuat ceng cuan cukup beragam. Secara tradisional, masyarakat menggunakan ikan samge atau ikan alu-alu yang juga dikenal sebagai ikan kacang-kacang atau barakuda. Ikan laut ini dikenal dengan sebutan samge, yang dalam bahasa Cina merujuk pada tiga gigi.

Selain ikan samge, ikan tenggiri juga kerap digunakan. Sementara untuk perayaan tertentu, ikan bandeng dapat menjadi pilihan karena dalam tradisi Betawi ikan tersebut dianggap sebagai salah satu bahan makanan istimewa.

Dikutip dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. Ciri khas ikan ceng cuan terletak pada penggunaan tauco dan kecap manis. Kedua bahan tersebut memberikan perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit asin yang menjadi karakter utama hidangan.

Penggunaan kecap dan tauco juga tidak terlepas dari sejarah Tangerang yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kedua bahan tersebut. Kecap Benteng, misalnya, menjadi salah satu istilah yang masih melekat pada produk kecap manis khas Tangerang.

Proses memasaknya pun cukup sederhana. Ikan terlebih dahulu digoreng hingga matang, kemudian dimasak kembali bersama kuah berbumbu tauco dan kecap manis. Cabai, jahe, bawang merah, dan bawang putih menambah aroma serta cita rasa yang semakin menggugah selera.

Resep Ikan Ceng Cuan

Bahan:

  • 500 gram ikan tenggiri, ikan bandeng, atau ikan samge
  • 3 sendok makan tauco
  • 3 sendok makan kecap manis
  • 5 buah cabai merah, iris
  • 5 buah cabai rawit, sesuai selera
  • 5 butir bawang merah, iris
  • 3 siung bawang putih, iris
  • 2 cm jahe, memarkan atau iris tipis
  • 200 ml air
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:

  1. Bersihkan ikan, kemudian potong sesuai selera. Lumuri dengan sedikit garam dan diamkan beberapa menit.
  2. Panaskan minyak, lalu goreng ikan hingga matang dan bagian luarnya cukup kering. Angkat dan tiriskan.
  3. Panaskan sedikit minyak. Tumis bawang merah, bawang putih, jahe, cabai merah, dan cabai rawit hingga harum.
  4. Masukkan tauco, kemudian aduk hingga bumbu tercampur rata.
  5. Tuangkan air dan kecap manis. Aduk hingga kuah mendidih.
  6. Masukkan ikan yang telah digoreng. Masak dengan api sedang hingga bumbu meresap.
  7. Koreksi rasa. Jika sudah sesuai, angkat dan sajikan ikan ceng cuan selagi hangat.

Ikan ceng cuan memiliki cita rasa sederhana, tetapi kaya akan jejak sejarah. Perpaduan ikan goreng, tauco, kecap manis, dan rempah menjadikannya salah satu kuliner yang mencerminkan pertemuan budaya Tionghoa dan masyarakat Tangerang.

Hingga kini, hidangan tersebut masih dapat ditemukan di sejumlah tempat makan, termasuk kawasan Pasar Lama Tangerang. Keberadaannya menjadi bukti bahwa kuliner tradisional mampu bertahan sekaligus menjadi bagian dari identitas sebuah daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....