Jaje Bendu Khas Jembrana, Kue Tradisional Bali yang Manis danLegit

  • 03 Agt 2026 14:10 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bali - Kabupaten Jembrana di Bali tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya, tetapi juga memiliki beragam kuliner tradisional yang masih lestari hingga kini. Salah satunya adalah Jaje Bendu, kue tradisional khas Jembrana yang menjadi favorit masyarakat sekaligus incaran wisatawan sebagai oleh-oleh khas daerah.

Dikutip dari info jembrana. Jaje Bendu merupakan kue berbahan dasar tepung ketan dengan isian unti, yakni campuran kelapa parut dan gula merah yang dimasak hingga legit. Kue ini dibungkus menggunakan daun pisang, kemudian dikukus hingga matang sehingga menghasilkan aroma harum yang khas serta tekstur kenyal yang lembut.

Bagi masyarakat Jembrana, Jaje Bendu bukan sekadar makanan ringan. Kue tradisional ini memiliki nilai budaya yang kuat karena kerap hadir dalam berbagai upacara adat, kegiatan keagamaan, hingga acara resmi desa. Kehadirannya menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, serta penghormatan kepada tamu dan leluhur.

Meski asal-usulnya tidak tercatat secara pasti, Jaje Bendu telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Jembrana. Resep pembuatannya tetap dipertahankan sehingga cita rasa autentiknya masih dapat dinikmati hingga sekarang.

Keistimewaan Jaje Bendu terletak pada penggunaan bahan-bahan sederhana yang diolah secara tradisional.

Bahan utama

  • Tepung ketan
  • Kelapa parut segar
  • Gula merah
  • Daun pisang sebagai pembungkus

Kelapa parut dan gula merah dimasak hingga menjadi unti yang manis dan harum. Sementara adonan tepung ketan diuleni hingga kalis, kemudian diisi unti, dibungkus daun pisang, dan dikukus sampai matang.

Proses memasak yang masih mempertahankan cara tradisional membuat aroma daun pisang meresap ke dalam adonan sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.

Jaje Bendu umumnya berbentuk lonjong atau silinder, sekilas menyerupai lemper tetapi dengan ukuran yang lebih ramping. Saat digigit, teksturnya terasa kenyal dengan perpaduan rasa gurih dari kelapa dan manis legit dari gula merah.

Kombinasi tersebut menjadikan Jaje Bendu sebagai camilan yang cocok dinikmati bersama teh atau kopi hangat, baik pada pagi maupun sore hari.

Selain menjadi sajian sehari-hari, Jaje Bendu juga sering digunakan sebagai pelengkap sesajen pada upacara adat dan keagamaan. Dalam berbagai acara keluarga maupun kegiatan masyarakat, kue ini kerap disuguhkan kepada tamu sebagai bentuk penghormatan dan keramahan.

Keberadaan Jaje Bendu mencerminkan eratnya hubungan antara tradisi kuliner dan kehidupan sosial masyarakat Jembrana.

Seiring perkembangan zaman, Jaje Bendu hadir dalam beberapa pilihan rasa tanpa menghilangkan keaslian resepnya, antara lain:

  • Original berwarna putih dengan cita rasa klasik.
  • Pandan berwarna hijau dengan aroma daun pandan yang harum.
  • Ubi ungu yang menawarkan warna menarik serta rasa yang lebih manis alami.

Meski memiliki berbagai varian, isian unti kelapa dan gula merah tetap menjadi ciri khas utama yang dipertahankan.

Jaje Bendu mudah ditemukan di pasar tradisional maupun toko oleh-oleh di Kabupaten Jembrana. Karena dibuat tanpa bahan pengawet, kue ini sebaiknya dikonsumsi dalam waktu singkat agar tekstur dan cita rasanya tetap terjaga.

Sebagai salah satu warisan kuliner Bali, Jaje Bendu membuktikan hidangan tradisional tidak hanya menghadirkan kelezatan, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Jembrana, mencicipi Jaje Bendu menjadi cara sederhana untuk mengenal kekayaan kuliner sekaligus tradisi masyarakat Bali yang masih terpelihara hingga kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....