Mujair Nyat Nyat Khas Bali, Gurih Pedas Kaya Rempah

  • 12 Jul 2026 16:23 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Bali tidak hanya terkenal dengan destinasi wisatanya, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner tradisional yang sarat akan cita rasa. Salah satu hidangan khas yang layak dicoba adalah Mujair Menyatnyat, sajian ikan air tawar berbumbu khas Bali yang berasal dari kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Kintamani merupakan daerah yang berada di kawasan kaldera Gunung Batur dan terkenal sebagai sentra budidaya ikan mujair. Melimpahnya hasil perikanan air tawar menjadikan masyarakat setempat mengolah ikan mujair menjadi berbagai hidangan tradisional, salah satunya Mujair Menyatnyat yang kini menjadi ikon kuliner daerah tersebut.

Ikan mujair sendiri merupakan ikan air tawar yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Menurut sejarah, ikan ini pertama kali dibudidayakan di Indonesia setelah ditemukan dan dikembangkan oleh Mbah Mujair di muara Sungai Serang, Blitar, Jawa Timur, pada 1939. Sejak saat itu, ikan mujair menyebar ke berbagai daerah dan menjadi salah satu komoditas perikanan air tawar yang populer.

Dikutip dari Perpustakaan Digital budaya Indonesi. Berbeda dengan olahan mujair goreng atau bakar, Mujair Menyatnyat dimasak menggunakan teknik khas Bali yang disebut nyat-nyat.

Teknik ini dilakukan dengan memasak bahan bersama bumbu dan sedikit air hingga kuah menyusut atau hampir habis. Dalam bahasa Bali, nyat berarti surut, sehingga proses memasaknya menghasilkan bumbu yang sangat pekat dan meresap ke dalam ikan.

Kelezatan Mujair Menyatnyat berasal dari penggunaan base genep, yakni racikan bumbu lengkap khas Bali yang terdiri atas berbagai rempah pilihan. Perpaduan kunyit, jahe, kencur, lengkuas, cabai, bawang merah, bawang putih, serta rempah-rempah lainnya menghasilkan cita rasa gurih, pedas, sedikit asam, dan aroma yang harum. Selain memperkaya rasa, bumbu ini juga membantu mengurangi aroma lumpur yang kerap terdapat pada ikan air tawar.

Hidangan ini semakin nikmat apabila disajikan bersama nasi putih hangat, plecing kangkung, sambal matah, dan kacang goreng.

Bahan Base Genep

  • 60 gram kunyit
  • 70 gram lengkuas
  • 40 gram jahe
  • 30 gram kencur
  • 25 gram cabai merah besar
  • 30 gram cabai rawit merah
  • 150 gram bawang merah
  • 100 gram bawang putih
  • Sedikit terasi

Bahan Base Wangen

  • 2 gram merica hitam
  • 2 gram merica putih
  • 1 gram cengkih
  • 1 gram pala
  • 1 gram cabai jawa (tabia bun)
  • 4 gram ketumbar
  • 5 gram kemiri
  • 1 gram menyan
  • 4 gram jangu
  • 5 gram bangle

Bahan Pelengkap

  • 2 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • Garam secukupnya
  • Penyedap rasa secukupnya (opsional)
  • Minyak goreng secukupnya
  • 2 ekor ikan mujair, bersihkan dan kerat bagian badannya
  • Asam jawa secukupnya
  • 500 mililiter air
  • Cabai rawit utuh sesuai selera
  • Air jeruk nipis secukupnya

Cara Membuat

  1. Cuci bersih ikan mujair, lalu lumuri dengan air jeruk nipis. Diamkan sekitar 15 menit, kemudian bilas.
  2. Goreng ikan hingga setengah matang atau hingga bagian luarnya berwarna keemasan. Angkat dan tiriskan.
  3. Haluskan seluruh bahan base wangen, kemudian tumis hingga harum. Sisihkan.
  4. Rajang atau cincang halus seluruh bahan base genep.
  5. Panaskan sedikit minyak, lalu tumis base genep hingga harum dan matang.
  6. Masukkan serai, daun jeruk, daun salam, garam, dan penyedap rasa bila digunakan.
  7. Tambahkan satu sendok makan base wangen ke dalam tumisan base genep, lalu aduk hingga tercampur rata.
  8. Tuangkan air dan asam jawa, kemudian masukkan ikan mujair yang telah digoreng.
  9. Masak dengan api sedang hingga kuah menyusut dan bumbu meresap ke dalam ikan.
  10. Koreksi rasa, lalu angkat dan sajikan.

Tips Memasak

  • Mengulek bumbu secara manual akan menghasilkan aroma dan tekstur yang lebih autentik dibanding menggunakan blender.
  • Minyak kelapa tradisional khas Bali dapat digunakan untuk menghasilkan aroma yang lebih khas pada masakan.
  • Base wangen merupakan pelengkap penting dalam masakan Bali. Mengurangi salah satu rempahnya dapat memengaruhi karakter rasa hidangan.

Mujair Menyatnyat menjadi bukti kekayaan kuliner Bali yang memadukan hasil alam lokal dengan racikan rempah tradisional. Selain menawarkan cita rasa yang khas, hidangan ini juga mencerminkan kearifan masyarakat Bali dalam mengolah bahan pangan menjadi sajian yang lezat. Melestarikan resep-resep tradisional seperti Mujair Menyatnyat merupakan salah satu cara menjaga warisan kuliner Nusantara agar tetap dikenal dan dinikmati oleh generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....