Gohyong Renyah Khas Peranakan dengan Bumbu Ngohiong Gurih
- 02 Jun 2026 22:13 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Gohyong yang juga dikenal sebagai ngohiang atau Chinese Five-Spice Roll, merupakan salah satu kuliner hasil perpaduan budaya Tionghoa dan Indonesia. Hidangan ini dikenal dengan cita rasa gurih yang khas, berkat penggunaan bumbu ngohiong atau five-spice powder yang menjadi ciri utamanya.
Makanan ini tersebar di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, seiring datangnya para perantau Tionghoa dari wilayah Fujian dan sekitarnya. Di Indonesia, gohyong berkembang menjadi salah satu sajian favorit yang mudah ditemukan, terutama di daerah yang memiliki komunitas keturunan Tionghoa.
Popularitas gohyong tidak terlepas dari pengaruh budaya Tionghoa yang masuk ke Nusantara melalui para perantau suku Hokkien dan Teochew. Pada awalnya, ngohiang tradisional dibuat menggunakan daging babi yang dibumbui dengan rempah khas ngohiong dan dibungkus menggunakan kulit tahu.
Seiring perkembangannya di Indonesia, resep gohyong mengalami berbagai penyesuaian agar sesuai dengan selera masyarakat setempat. Daging babi mulai diganti dengan daging ayam, udang, atau kombinasi keduanya. Selain itu, penggunaan kulit tahu yang relatif rumit dalam proses pembuatannya juga banyak digantikan dengan kulit lumpia yang lebih mudah diperoleh.
Modifikasi tersebut menghasilkan tekstur yang berbeda. Gohyong biasanya dikukus terlebih dahulu hingga matang, kemudian digoreng sampai berwarna keemasan. Teknik ini menciptakan perpaduan tekstur yang unik, yakni lembut di bagian dalam dan renyah di bagian luar.
Saat disajikan, gohyong umumnya dilengkapi saus sambal, saus tauco, atau kuah cuko yang memiliki cita rasa manis, gurih, dan sedikit pedas. Kombinasi inilah yang membuat gohyong tetap diminati hingga kini. Dikutip dari Cookpad Berikut cara membuat gohyong diurumah.
Resep Gohyong Ayam Udang
Bahan Isian
- 300 gram daging fillet ayam, potong dadu
- 100 gram udang tanpa kulit
- 5 sendok makan tepung sagu
- 3 sendok makan minyak bawang putih
- 4 siung bawang putih
- 1 batang daun bawang, iris halus
- 1/2 buah wortel, parut (opsional)
- 3 sendok makan minyak wijen
- 3 sendok makan kecap ikan
- Bumbu ngohiong secukupnya
- Kaldu bubuk secukupnya
Bahan Kulit
- 1 butir telur
- 6 sendok makan tepung terigu
- 2 sendok makan tepung maizena
- 250 mililiter air
- Garam secukupnya
Bahan Kuah Cuko
- 100 gram gula merah
- 1–2 sendok makan cuka
- 2 siung bawang putih, haluskan
- 1 sendok makan gula pasir
- Kaldu bubuk secukupnya
- Irisan cabai secukupnya
Cara Membuat
Membuat Isian
- Masukkan daging ayam, udang, tepung sagu, minyak bawang putih, bawang putih, minyak wijen, kecap ikan, bumbu ngohiong, dan kaldu bubuk ke dalam chopper.
- Haluskan secukupnya, namun jangan sampai terlalu lembut agar teksturnya tetap terasa.
- Pindahkan adonan ke wadah, lalu tambahkan wortel parut dan daun bawang. Aduk hingga tercampur rata.
Membuat Kulit
- Campurkan telur, tepung terigu, tepung maizena, air, dan garam.
- Aduk hingga adonan licin tanpa gumpalan.
- Tuang sedikit adonan ke wajan anti lengket, lalu buat lembaran tipis seperti kulit lumpia.
- Masak hingga matang, kemudian angkat dan sisihkan.
Membentuk dan Memasak Gohyong
- Ambil selembar kulit, lalu isi dengan adonan gohyong secukupnya.
- Gulung dan rapatkan bagian ujungnya.
- Kukus gohyong hingga matang sekitar 20–25 menit.
- Angkat dan dinginkan sebentar.
- Potong-potong sesuai selera.
- Goreng dalam minyak panas hingga berwarna kuning keemasan dan renyah.
Membuat Kuah Cuko
- Rebus gula merah, bawang putih, gula pasir, kaldu bubuk, dan air hingga mendidih.
- Tambahkan cuka dan irisan cabai.
- Aduk hingga seluruh bahan larut dan tercampur rata.
- Angkat dan sajikan sebagai pelengkap.
Gohyong paling nikmat disantap saat masih hangat dengan kuah cuko atau saus favorit. Perpaduan daging ayam dan udang yang gurih, aroma rempah ngohiong yang khas, serta tekstur renyah di bagian luar menjadikan hidangan ini cocok sebagai camilan maupun lauk pendamping makan bersama keluarga. Selain lezat, gohyong juga menjadi bukti akulturasi budaya yang memperkaya khazanah kuliner Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....