Takut Berlebihan pada Kematian, Kenali Thanatophobia

  • 29 Sep 2026 20:32 WIB
  •  Bengkalis

RRI, CO.ID, Bengkalis: Rasa takut terhadap kematian merupakan hal yang wajar. Namun, jika ketakutan tersebut muncul secara berlebihan hingga mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan sosial, atau aktivitas sehari-hari, kondisi ini perlu mendapat perhatian.

Salah satu kondisi yang berkaitan dengan ketakutan berlebihan terhadap kematian adalah thanatophobia. Mengutip Alodokter, thanatophobia merupakan ketakutan berlebihan terhadap kematian atau hal-hal yang berkaitan dengan kematian. Kondisi ini dapat memicu kecemasan, kepanikan, atau kegelisahan ketika seseorang memikirkan kematian dirinya sendiri maupun orang lain.

Thanatophobia termasuk bentuk fobia spesifik. Kondisi ini dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pengalaman traumatis terkait kematian, kehilangan orang terdekat, lingkungan yang membentuk rasa takut terhadap kematian, hingga kondisi tertentu yang membuat seseorang lebih sering memikirkan kematian.

Menurut Alodokter, seseorang dengan thanatophobia dapat mengalami rasa takut atau cemas yang sangat kuat ketika memikirkan kematian. Gejala yang muncul tidak hanya berupa gangguan emosional. Penderitanya juga dapat mengalami sulit tidur, jantung berdebar, sesak napas, pusing, keringat berlebih, hingga kesulitan berkonsentrasi.

Sebagian orang juga cenderung menghindari pembicaraan, berita, tempat atau situasi yang mengingatkan mereka pada kematian, seperti rumah sakit, pemakaman maupun acara duka. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, hubungan sosial, dan kesejahteraan emosional.

Alodokter menyebut penyebab pasti thanatophobia masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Namun, kondisi ini diyakini berkaitan dengan kombinasi faktor psikologis, biologis, dan lingkungan.

Riwayat kehilangan secara mendadak, pengalaman nyaris meninggal, gangguan kecemasan atau depresi, kondisi kesehatan serius, serta karakter kepribadian tertentu dapat menjadi faktor yang meningkatkan risiko.

Karena gejalanya dapat menyerupai gangguan kecemasan atau kondisi psikologis lainnya, diagnosis sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional. Psikolog atau psikiater dapat melakukan wawancara dan pemeriksaan untuk mengetahui pemicu serta dampak ketakutan tersebut.

Thanatophobia dapat ditangani melalui pendekatan psikologis. Salah satunya adalah terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang membantu seseorang mengenali dan mengubah pola pikir negatif terkait kematian.

Terapi eksposur juga dapat digunakan secara bertahap untuk membantu seseorang menghadapi pikiran atau situasi yang memicu rasa takut. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat sesuai kebutuhan pasien.

Dukungan keluarga dan lingkungan juga penting. Sikap yang hangat dan tidak menghakimi dapat membantu seseorang lebih nyaman membicarakan ketakutannya.

Jika rasa takut terhadap kematian sudah menyebabkan sulit tidur, sering mengalami kepanikan, atau terus muncul meski tidak ada ancaman nyata, Alodokter menyarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Mengelola stres, melakukan relaksasi atau olahraga, membangun hubungan sosial yang positif, serta berbicara dengan orang yang dipercaya juga dapat membantu seseorang menghadapi ketakutan tersebut dengan lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....