Istilah Phubbing dan Cara Mengurangi Kebiasaannya

  • 23 Jul 2026 17:14 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Di era serba digital seperti sekarang ini, smartphone telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap saat kita menggunakan ponsel untuk berkomunikasi, mencari informasi, bekerja, hingga sekadar menikmati hiburan di media sosial.

Namun,di tengah kemudahan teknologi tersebut,muncul sebuah kebiasaan yang tanpa disadari dapat mengganggu interaksi kita dengan orang lain. Kebiasaan itu dikenal dengan istilah phubbing.

Menurut Psychology Today, phubbing adalah perilaku mengabaikan orang lain dengan lebih memberikan perhatian kepada ponsel daripada interaksi yang sedang berlangsung.Istilah ini berasal dari gabungan kata phone dan snubbing, yang menggambarkan tindakan mengabaikan orang lain karena lebih fokus pada ponsel.

Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan oleh Charles Sturt University menjelaskan phubbing sebagai tindakan mengabaikan orang lain dalam percakapan tatap muka dengan menggunakan smartphone, alih-alih memberikan perhatian kepada lawan bicara. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa perilaku melihat ponsel saat berbicara dapat terjadi bahkan ketika seseorang sedang berinteraksi dengan orang-orang terdekat, seperti pasangan dan teman dekat.

Phubbing mungkin terlihat seperti kebiasaan sederhana, tetapi jika dilakukan terus-menerus dapat mengganggu kualitas komunikasi. Orang yang sedang berbicara bisa merasa tidak dihargai, diabaikan,atau kurang mendapatkan perhatian.

Tidak jarang, orang lain juga menganggap perilaku tersebut kurang positif karena menunjukkan kurangnya perhatian dan rasa menghargai terhadap lawan bicara.Dalam hubungan sosial, kebiasaan ini dapat membuat interaksi tatap muka menjadi kurang bermakna dan berpotensi mengurangi kedekatan antarindividu.

Cara mengurangi kebiasaan phubbing:

Pertama, buat aturan bagi diri sendiri untuk bebas ponsel pada waktu tertentu.Misalnya, ketika sedang makan bersama keluarga,berbincang dengan pasangan,atau berkumpul dengan teman, letakkan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau.

Kedua,matikan notifikasi yang tidak penting.Bunyi atau getaran notifikasi sering kali membuat kita terdorong untuk segera memeriksa ponsel,meskipun sebenarnya tidak ada hal yang mendesak.

Ketiga, belajar memberikan perhatian penuh kepada lawan bicara.Ketika seseorang berbicara, cobalah melakukan kontak mata, mendengarkan dengan baik,dan tidak sibuk memeriksa layar ponsel. Kebiasaan sederhana ini dapat membuat komunikasi terasa lebih hangat dan menghargai orang yang berada di hadapan kita.

Keempat, gunakan ponsel sesuai kebutuhan. Tidak semua pesan harus langsung dibalas dan tidak semua notifikasi harus segera diperiksa. Jika ada urusan yang benar-benar penting, kita bisa menjelaskan kepada lawan bicara bahwa ada sesuatu yang perlu segera diselesaikan.

Kelima, mulai dengan kesadaran diri. Perhatikan kapan dan mengapa kita sering mengambil ponsel. Apakah karena bosan, kebiasaan, takut ketinggalan informasi, atau sekadar refleks? Dengan mengenali pemicunya, kita akan lebih mudah mengubah kebiasaan tersebut.

Pada akhirnya, teknologi dan ponsel memang telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Namun, jangan sampai kehadiran ponsel membuat kita kehilangan perhatian terhadap orang-orang yang berada tepat di depan mata. Karena dalam banyak situasi, percakapan yang tulus, tatapan mata, dan kehadiran secara utuh jauh lebih berharga daripada sekadar notifikasi di layar ponsel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....