Mahasiswa Kukerta UNRI Kenalkan Pemanfaatan Limbah Durian Bernilai Ekonomi

  • 20 Jul 2026 00:47 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO, ID, Bengkalis – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah buah durian menjadi produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan kepada masyarakat Desa Pasiran, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa limbah durian tidak hanya menjadi sampah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Ketua Kelompok Kukerta UNRI Desa Pasiran, Burhan Halimi, mengatakan selama ini masyarakat umumnya hanya memanfaatkan daging buah durian, sedangkan kulit dan bijinya dibuang begitu saja. Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, mahasiswa ingin memperkenalkan berbagai inovasi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

"Selama ini limbah durian, terutama biji dan kulitnya, dibuang begitu saja. Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat Desa Pasiran bahwa limbah tersebut dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan," ujar Burhan Halimi, Minggu 19 Juli 2026.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa memperagakan cara mengolah kulit durian menjadi kompos organik, sedangkan biji durian diolah menjadi tepung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif. Seluruh tahapan pengolahan disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan dapat dipraktikkan langsung oleh masyarakat di rumah.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa Kukerta UNRI Tahun 2026 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Fajriani Ananda. Tim Kukerta terdiri atas Anggi Nurafriani, Anis Marchela, Annisa Berliana, Burhan Halimi, Fani Cahyani, Farhan Ilahi, Hetty Maysarah, Khairina Nabila Harahap, Nurazmi Anggara, dan Zainurrohman.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama saat diperkenalkan pemanfaatan biji durian menjadi tepung yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Salah seorang warga Desa Pasiran, Julianti, mengaku mendapatkan pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.

"Selama ini kami hanya memanfaatkan buah durian saja, sedangkan kulit dan bijinya langsung dibuang. Kami baru tahu kalau biji durian bisa diolah menjadi tepung dan menghasilkan makanan yang enak. Insyaallah saya ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah," ungkapnya.

Secara terpisah, Dosen Pembimbing Lapangan Kukerta UNRI, Dr. Fajriani Ananda, memberikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan mahasiswa selama melaksanakan pengabdian di Desa Pasiran.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

"Kami mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang mampu menghadirkan inovasi sederhana namun bermanfaat. Sosialisasi ini memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat tentang bagaimana limbah durian dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus mendukung pelestarian lingkungan," ujarnya.

Fajriani berharap inovasi pemanfaatan limbah durian dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Pasiran sehingga mampu menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mengurangi dampak limbah terhadap lingkungan.

"Melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini belum dimaksimalkan, masyarakat diharapkan dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi serta mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....