Mengenal Istilah Phubbing dan Dampaknya pada Hubungan Sosial
- 23 Jul 2026 16:51 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Di era digital seperti sekarang ini, telepon pintar atau smartphone telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, berbelanja, hingga berkomunikasi dengan keluarga dan teman, hampir semuanya dapat dilakukan melalui gawai.
Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul sebuah kebiasaan yang tanpa disadari dapat merusak hubungan sosial, yaitu phubbing. Istilah phubbing merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu phone (telepon) dan snubbing (mengabaikan). Phubbing adalah perilaku seseorang yang lebih fokus pada telepon genggamnya saat sedang bersama orang lain, sehingga mengabaikan lawan bicaranya.
Mengutip dari PR newswire, istilah ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2012 melalui kampanye yang dilakukan Macquarie Dictionary di Australia untuk menggambarkan fenomena sosial yang semakin sering terjadi di tengah meningkatnya penggunaan smartphone.
Phubbing dapat terjadi karena berbagai alasan. Sebagian orang merasa perlu selalu memeriksa notifikasi media sosial, membalas pesan, membaca berita, atau sekadar menggulir layar (scrolling) tanpa tujuan yang jelas. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut membuat perhatian teralihkan dari orang yang sedang berada di hadapannya.
Dalam jangka panjang, perilaku ini dapat mengurangi kualitas komunikasi secara langsung dan membuat hubungan antarmanusia menjadi kurang hangat.
Berikut beberapa dampak phubbing terhadap hubungan sosial:
1. Menurunkan Kualitas Komunikasi
Saat seseorang lebih sibuk melihat layar ponsel dibandingkan mendengarkan lawan bicara, percakapan menjadi tidak efektif. Orang yang diajak berbicara bisa merasa tidak dihargai atau diabaikan.
2. Memicu Konflik dalam Hubungan
Menurut Alodokter, phubbing dapat menimbulkan rasa kecewa, kesal, bahkan memicu ketidak harmonisan, terutama dalam hubungan dengan pasangan, keluarga, maupun dalam pertemanan karena perhatian yang terbagi membuat kedekatan emosional perlahan berkurang.
3. Membuat Seseorang Merasa Kesepian
Meskipun berada di tengah banyak orang, seseorang yang sering menjadi korban phubbing dapat merasa sendirian. Kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan dalam bersosialisasi.
4. Menurunkan Kepuasan dalam Hubungan
Masih mengutip Alodokter, kebiasaan phubbing dapat mengurangi kepuasan dalam hubungan karena komunikasi yang berkualitas menjadi semakin jarang terjadi. Akibatnya, kepercayaan dan kehangatan hubungan juga dapat menurun.
5. Berpengaruh terhadap Kesehatan Mental
Apabila berlangsung terus-menerus, phubbing dapat memicu stres, kecemasan, bahkan membuat seseorang merasa kurang dihargai. Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat menurunkan rasa percaya diri.
Kemajuan teknologi memang memberikan banyak manfaat, tetapi penggunaannya perlu dilakukan secara bijaksana. Phubbing mungkin terlihat sebagai kebiasaan sepele, namun jika terus dilakukan dapat berdampak pada kualitas hubungan sosial. Sesekali meletakkan ponsel dan memberikan perhatian penuh kepada orang di hadapan kita merupakan bentuk penghargaan yang sederhana, tetapi sangat berarti.
Pada akhirnya, komunikasi yang hangat dan saling menghargai tetap menjadi kunci dalam membangun hubungan yang sehat, baik dengan pasangan, keluarga, teman, maupun rekan kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....