Hijau di Pekarangan: 7 Langkah Mudah Menanam Daun Bawang Ala Petani Milenial

  • 29 Apr 2026 15:15 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Daun bawang bukan hanya pelengkap masakan. Tanaman ini termasuk sayur cepat panen, tahan di pot, dan bisa jadi sumber penghasilan kecil bagi keluarga urban.

Mengutip dari Kementerian Pertanian RI, dengan teknik yang tepat, kamu bisa panen dalam 45-60 hari meski hanya punya lahan sempit di pekarangan atau balkon. Langkah pertama adalah memilih bibit yang tepat. Ada dua cara: dari biji atau dari sisa akar daun bawang yang dibeli di pasar.

Kementerian Pertanian RI menyarankan penggunaan bibit dari umbi akar karena lebih cepat tumbuh dan memiliki tingkat keberhasilan 80-90%. Pilih umbi yang masih segar, akarnya putih, dan tidak layu.

Media tanam juga menentukan hasil. Daun bawang menyukai tanah gembur, kaya bahan organik, dan berdrainase baik dengan pH 6,0-6,8. Campurkan tanah, kompos, dan sekam dengan perbandingan 2:1:1. Jika menanam di pot, pastikan ada lubang drainase agar akar tidak busuk akibat air tergenang, sesuai anjuran Halodoc tentang pertanian urban.

Proses penanaman cukup sederhana. Untuk bibit dari akar, potong daun bagian atas hingga tersisa 5-7 cm dari pangkal akar. Tanam sedalam 2-3 cm dengan jarak 10-15 cm antar bibit. Untuk bibit dari biji, tabur tipis lalu tutup dengan tanah halus setebal 0,5 cm. Setelah tanam, siram perlahan agar media tidak bergeser.

Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore, terutama saat musim kemarau. Namun hindari penyiraman berlebihan. Daun bawang rentan penyakit busuk akar jika terlalu basah. Menurut Alo Dokter, kelembapan media yang ideal adalah saat tanah terasa lembap tapi tidak becek ketika dipegang.

Pemupukan bisa dimulai 2 minggu setelah tanam. Gunakan pupuk organik cair dari kulit pisang atau air cucian beras seminggu sekali. Jika ingin hasil optimal, Kementerian Pertanian menyarankan pupuk NPK dengan dosis rendah, sekitar 5 gram per pot, agar daun tidak cepat layu dan tetap hijau segar.

Hama yang sering menyerang adalah ulat daun dan trips. Cara alami yang aman adalah menyemprotkan larutan air bawang putih atau sabun cair ringan. Hindari pestisida kimia jika daun bawang ditanam untuk konsumsi keluarga. Lakukan penyemprotan pada sore hari agar tidak merusak daun.

Panen bisa dilakukan saat daun sudah mencapai tinggi 30-40 cm atau sekitar 2 bulan. Cara panennya bisa dengan memotong daun 3 cm dari pangkal agar tunas baru bisa tumbuh kembali. Dengan begitu, satu bibit bisa dipanen 3-4 kali dalam satu musim tanam.

Mengutip pernyataan seorang tokoh, Fadel Muhammad, penggiat urban farming sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, gerakan menanam adalah langkah nyata menuju kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

“Menanam daun bawang itu seperti melatih kesabaran dan kemandirian. Dari hal kecil di pekarangan, kita belajar menghargai proses dan ketahanan pangan keluarga,” ujar Fadel.

Dengan perawatan rutin dan perhatian kecil, pekarangan sempit pun bisa berubah menjadi kebun produktif. Selain hemat pengeluaran, menanam daun bawang juga memberi kepuasan tersendiri saat hasil panen bisa langsung diolah jadi mie goreng atau sup hangat buatan sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....