Lingkungan Madrasah Hijau Jadi Tema Kokurikuler MTsN 1 Siak

  • 12 Agt 2026 21:21 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Majelis guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Siak menggelar Rapat Koordinasi Kokurikuler sebagai langkah strategis untuk mematangkan pelaksanaan program kokurikuler madrasah. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 1 Siak, Ahmad Hilal, dan dihadiri Pengawas Madrasah, Ahmad Rifai.

Dalam arahannya, Ahmad Rifai menekankan pentingnya pemahaman seluruh guru terhadap Profil Kelulusan serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam proses pendidikan di madrasah.

Menurutnya, pendidikan yang mengedepankan nilai kasih sayang, kepedulian, dan empati akan membantu menciptakan iklim madrasah yang kondusif, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.

“Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta hendaknya menjadi bagian dari proses pendidikan sehari-hari. Guru tidak hanya berperan dalam menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan menghadirkan lingkungan belajar yang penuh kepedulian,” ujar Ahmad Rifai, Rabu 12 Agustus 2026.

Rapat tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat struktur pelaksanaan program kokurikuler. Dalam kesempatan itu ditetapkan koordinator kokurikuler lintas jenjang, yakni Yusmiati sebagai Koordinator Kelas 7, Nurhayati sebagai Koordinator Kelas 8, dan Linda Seventi sebagai Koordinator Kelas 9.

Selain penetapan koordinator, rapat juga menyepakati tema besar program kokurikuler tahun ini, yaitu “Lingkungan Madrasah Hijau”. Tema tersebut menjadi langkah konkret MTsN 1 Siak dalam mendukung program Ekoteologi yang dicanangkan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Melalui program tersebut, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya dibangun melalui pengetahuan dan kebiasaan, tetapi juga ditanamkan melalui nilai-nilai keagamaan. Peserta didik diharapkan memahami bahwa menjaga dan melestarikan alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia.

Kepala MTsN 1 Siak, Ahmad Hilal, mengapresiasi arahan dan pembinaan yang disampaikan Pengawas Madrasah. Ia mengimbau seluruh majelis guru bersama tim koordinator yang telah ditetapkan untuk segera menerjemahkan hasil rapat ke dalam langkah-langkah nyata.

“Kami mengapresiasi arahan dan pembinaan yang diberikan. Hasil rapat ini hendaknya tidak berhenti pada konsep, tetapi segera diterjemahkan menjadi program dan kegiatan yang nyata. Melalui tema Lingkungan Madrasah Hijau, kami ingin peserta didik belajar mencintai dan menjaga lingkungan sekaligus memahami bahwa kepedulian terhadap alam merupakan bagian dari tanggung jawab kita,” ungkap Ahmad Hilal.

Ia menambahkan, sinergi antara Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang tidak semata berorientasi pada pencapaian akademik. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan membentuk karakter peserta didik yang memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan serta kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari nilai dan tanggung jawab keagamaan.

Melalui program “Lingkungan Madrasah Hijau”, MTsN 1 Siak berkomitmen menjadikan lingkungan madrasah sebagai ruang pembelajaran yang hidup. Program ini diharapkan mampu menanamkan nilai cinta, kepedulian, tanggung jawab, dan semangat menjaga kelestarian lingkungan kepada seluruh peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....