Mengenal Decision Fatigue ketika Terlalu Banyak Pilihan Bikin Lelah
- 21 Agt 2026 12:41 WIB
- Bengkalis
RII.CO.ID,Bengkalis - Pernahkah Anda merasa lelah hanya karena harus memilih. Mulai dari menentukan menu makanan,memilih pakaian, membalas pesan,hingga mengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan atau kehidupan pribadi. Sekilas,semua itu terlihat sederhana.Namun,ketika berbagai keputusan datang silih berganti dalam waktu berdekatan, pikiran pun bisa ikut terkuras. Terlalu banyak memilih ternyata juga bisa membuat kita lelah.
Kondisi seperti ini dikenal dengan istilah decision fatigue atau kelelahan dalam mengambil keputusan.
Decision fatigue adalah kondisi ketika seseorang merasa lelah secara mental setelah membuat banyak keputusan. Semakin banyak keputusan yang harus dibuat,seseorang bisa semakin kesulitan menentukan pilihan berikutnya.
Menurut American Medical Association (AMA), decision fatigue merupakan kondisi kelebihan beban mental yang dapat membuat seseorang semakin sulit mengambil keputusan setelah menghadapi banyak pilihan sepanjang hari.Psikiater Lisa MacLean, MD, menjelaskan bahwa semakin banyak keputusan yang dibuat,semakin sulit pula proses pengambilan keputusan berikutnya.
Mengapa Terlalu Banyak Pilihan Bisa Melelahkan?
Alasan terlalu banyak pilihan bisa melelahkan yaitu setiap kali mengambil keputusan,kita biasanya perlu membandingkan beberapa pilihan.Kita mempertimbangkan keuntungan, kekurangan,risiko,serta dampaknya.
Misalnya ketika ingin membeli sebuah barang,kita tidak hanya memilih barang tetapi mungkin juga membandingkan harga,kualitas,merek,warna,ukuran,dan ulasan dari orang lain.
Semakin banyak pilihan yang tersedia,semakin banyak pula hal yang perlu dipikirkan. Jika kondisi ini terjadi berulang kali sepanjang hari,energi mental yang digunakan untuk mengambil keputusan juga dapat semakin terkuras.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa decision fatigue dapat membuat seseorang mengalami kelelahan mental dan emosional.Kondisi tersebut juga dapat muncul dalam bentuk menunda keputusan,menghindari pilihan,mengambil keputusan secara impulsif, hingga mengalami kesulitan menentukan pilihan.
Decision fatigue dapat terlihat dari beberapa kebiasaan sederhana.Seseorang mungkin menjadi lebih sering menunda keputusan, ulit menentukan pilihan, mudah merasa kewalahan ketika harus memilih, atau justru mengambil keputusan dengan cepat karena sudah tidak ingin berpikir lebih lama.
Ada pula yang akhirnya menyerahkan keputusan kepada orang lain karena merasa tidak punya cukup energi untuk menentukan pilihan sendiri.
Namun,perlu dipahami bahwa decision fatigue bukan diagnosis medis.Cleveland Clinic menyebutnya sebagai sebuah fenomena yang dapat terjadi ketika seseorang menghadapi banyak keputusan dalam satu hari.
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba yaitu
1.mengurangi keputusan kecil yang tidak terlalu penting.
Misalnya,menyiapkan pakaian untuk esok hari pada malam sebelumnya atau membuat daftar kegiatan yang perlu dilakukan. Dengan begitu, kita tidak perlu memikirkan hal yang sama berulang kali.
Membuat rutinitas juga dapat membantu.Ketika beberapa hal sudah memiliki pola yang tetap, energi pikiran bisa lebih banyak digunakan untuk keputusan yang memang penting.
Salah satu cara mengurangi decision fatigue adalah menyederhanakan pilihan dan membuat rutinitas untuk hal-hal yang tidak terlalu penting.Dengan begitu, energi mental dapat lebih banyak digunakan untuk keputusan yang benar-benar membutuhkan perhatian.
Disarankan juga untuk membatasi jumlah pilihan,membuat rutinitas,menggunakan kalender atau daftar kegiatan,serta memastikan waktu tidur yang cukup.
2.Tidak Semua Keputusan Harus Sempurna
Hal penting lainnya adalah memahami bahwa tidak semua keputusan harus menghasilkan pilihan yang sempurna.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita memang akan membuat keputusan yang kurang tepat. Yang terpenting adalah belajar dari pilihan tersebut dan memperbaikinya jika diperlukan.
Terlalu lama mencari pilihan yang paling sempurna justru dapat membuat kita semakin lelah dan sulit bergerak.
AMA juga menyarankan agar seseorang tidak terus-menerus mempertanyakan kembali keputusan yang sudah dibuat. Setelah mempertimbangkan pilihan dengan informasi yang tersedia, kita perlu belajar menerima keputusan tersebut dan melanjutkan aktivitas.
2.Beri Ruang untuk Pikiran Beristirahat
Sepeti mengurangi keputusan kecil,membuat rutinitas,menentukan prioritas,dan memberikan waktu istirahat dapat membantu kita menggunakan energi mental dengan lebih bijak.
Jadi,jika hari ini Anda merasa lelah hanya karena terlalu banyak memilih,mungkin yang dibutuhkan bukan pilihan baru,tetapi sedikit waktu untuk berhenti sejenak.
Karena terkadang, memberikan kesempatan kepada pikiran untuk beristirahat juga merupakan sebuah keputusan yang baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....