Tak Perlu Antre Puluhan Tahun, Ini Negara dengan Sistem Haji Relatif Cepat
- 30 Sep 2026 19:49 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Masa tunggu menjadi salah satu persoalan yang dihadapi calon jemaah haji di sejumlah negara. Di Indonesia dan Malaysia, tingginya jumlah pendaftar dibandingkan kuota membuat calon jemaah dapat menunggu bertahun-tahun sebelum memperoleh kesempatan berangkat.
Namun, kondisi tersebut tidak berlaku sama di seluruh dunia. Sejumlah negara menerapkan sistem pendaftaran per musim haji, seleksi, undian, atau pemesanan paket resmi sehingga calon jemaah yang berhasil memperoleh kuota berpeluang berangkat pada musim haji terdekat.
Dikutip dari laman Ministry of Religious Affairs and Interfaith Harmony (MoRA), berikut beberapa negara yang memiliki sistem keberangkatan haji relatif cepat dan tidak menggunakan antrean puluhan tahun seperti yang dikenal di Indonesia:
1. Pakistan
Pakistan menjadi salah satu contoh negara dengan mekanisme yang memungkinkan jemaah memperoleh kesempatan berangkat pada musim haji yang didaftarkan. Pada Haji 2026, pemerintah Pakistan menetapkan sistem first come, first served atau siapa yang lebih dahulu mendaftar akan lebih dahulu mendapatkan kesempatan selama kuota masih tersedia.
Pakistan memperoleh kuota sebanyak 179.210 jemaah untuk musim tersebut. Sebanyak 119.210 dialokasikan melalui skema pemerintah dan 60.000 melalui penyelenggara swasta.
Dengan mekanisme tersebut, calon jemaah tidak harus menunggu belasan atau puluhan tahun. Mereka yang memenuhi persyaratan dan berhasil mendapatkan kuota dapat berangkat pada musim haji yang sama.
Untuk Haji 2027, Pakistan juga membuka registrasi dengan prinsip first come, first served, meskipun pemerintah kemudian memperkenalkan kebijakan jangka panjang dan sistem daftar tunggu untuk pengelolaan tahun-tahun berikutnya.
2. India
India juga memiliki sistem yang berbeda dengan Indonesia. Negara dengan populasi Muslim yang besar ini membuka pendaftaran untuk setiap musim haji. Apabila jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia, Haj Committee of India melakukan Qurrah atau Digital Random Selection, yakni pemilihan secara acak melalui sistem digital.
Pendaftar yang belum memperoleh kursi dapat masuk dalam daftar tunggu untuk menggantikan calon jemaah yang membatalkan keberangkatan. Artinya, daftar tunggu tersebut terutama berkaitan dengan alokasi kuota pada musim haji yang sedang berjalan, bukan antrean berdasarkan nomor porsi hingga puluhan tahun.
3. Inggris
Muslim yang tinggal di Inggris memiliki mekanisme berbeda. Pemerintah Inggris menyatakan tempat untuk melaksanakan ibadah haji hanya dapat dipesan melalui Nusuk Hajj, platform resmi yang ditetapkan Arab Saudi. Calon jemaah melakukan registrasi, verifikasi data dan mengikuti tahapan pemesanan paket ketika tersedia. Registrasi sendiri tidak otomatis menjamin seseorang mendapatkan tempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....